Tafsir Al-Hajj 36: Qurban, Menyembelih Nafsu Sendiri

Tafsir Al-Hajj 36: Qurban, Menyembelih Nafsu Sendiri Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Oleh: Dr. KH. Ahmad Musta'in Syafi'ie

Rubrik Tafsir Al-Quran Aktual ini diasuh oleh pakar tafsir Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i, Mudir Madrasatul Qur'an Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Kiai Musta'in selain dikenal sebagai mufassir mumpuni juga Ulama Hafidz (hafal al-Quran 30 juz). Kiai yang selalu berpenampilan santai ini juga Ketua Dewan Masyayikh Pesantren Tebuireng.

Tafsir ini ditulis secara khusus untuk pembaca HARIAN BANGSA, surat kabar yang berkantor pusat di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya. Tafsir ini terbit tiap hari, kecuali Ahad. Kali ini Kiai Musta’in menafsiri Surat Al-Hajj': 36. Selamat mengaji serial tafsir yang banyak diminati pembaca.

36. Wal-budna ja‘alnâhâ lakum min sya‘â'irillâhi lakum fîhâ khairun fadzkurusmallâhi ‘alaihâ shawâff, fa idzâ wajabat junûbuhâ fa kulû min-hâ wa ath‘imul-qâni‘a wal-mu‘tarr, kadzâlika sakhkharnâhâ lakum la‘allakum tasykurûn

Unta-unta itu Kami jadikan untukmu sebagai bagian dari syiar agama Allah. Bagimu terdapat kebaikan padanya. Maka, sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya, sedangkan unta itu) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Lalu, apabila telah rebah (mati), makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami telah menundukkannya (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur.

TAFSIR

Masih membicarakan soal ibadah seputar Baitullah Makkah atau seputar ibadah haji, di mana rangkaiannya, selain wuquf, thawaf, sa’i, dan lain-lain, ada ritual berqurban hewan ternak. Qurban itu artinya dekat sugguhan dengan Tuhan.

Mana saja ada bentuk mashdar berpola wazan tambah huruf “alif” dan “nun”, maka bermakna serius, mubalaghah. Qurb (dekat) menjadi qurban, dekat sungguhan. Qiraah, bacaan. Menjadi qur’an, artinya bacaan sungguhan. Ridla, kerelaan, rela. Menjadi Ridlwan, ridla sungguhan. Ridla gede. “wa ridlwan min Allah akbar”.

Kali ini membahas berqurban menggunakan Unta yang pada ayat kaji ini dinyatakan sebagai salah satu syi’ar kebesaran Tuhan, “min sya’a-ir Allah” dan itu dikatakan sebagai qurban terbaik. “Lakum fiha khair”. Kambing, domba, sapi juga baik, tetapi tidak sesyi’ar al-Budn, unta.

Namun itu barulah syi’ar lahiriah, di mana orang berqurban unta pasti lebih terlihat di kalangan public, lebih viral, lebih wah ketimbang berqurban kambing. Belum bersifat syi’ar teologis. Agar syi’ar teologis tembus ke langit, terapresiasi oleh Tuhan, maka ayat ini memerintahkan agar saat penyembelihan disebut asma Allah. “fa idzkuru ism Allah ‘alaiha shawaff”.

Agar daging qurban bermanfaat dan berkah, maka ada dua anjuran. Pertama, orang yang berqurban hendaknya mengonsumsi, makan daging hewan yang dia qurbankan. “fakulu mainha”. Jangan sampai tidak mencicipi sama sekali, walau cuma segigitan.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pastikan Harga Stabil Jelang Idul Adha, Wali Kota Mojokerto Sidak Pasar Hewan dan Bahan Pangan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO