Kebiasaan Baik KHA Hasyim Muzadi (4): Sensitif dan Langsung Bantu Jika ada Kader NU Kesulitan

Memang kadang telat atau tidak transfer uang, mungkin karena sibuk atau lagi banyak pengeluaran. Tapi jika bertemu ia selalu diberi uang. Saya beberapa kali menyaksikan ia diberi uang oleh Kiai Hasyim Muzadi.

Terakhir saya melihat ketika saya sowan ke Kiai Hasyim Muzadi di Pesantren Mahasiswa al-Hikam Malang. Saat itu banyak wali santri pesantren Al-Hikam sowan ke Kiai Hasyim Muzadi karena untuk mohon izin membawa pulang anak-anaknya yang sudah lulus. Para wali santri itu menyalami uang berisi amplop kepada Kiai Hasyim Muzadi. Ada yang Rp 100 ribu, ada yang Rp 200 ribu dan sebagainya. Amplop-amplop berisi uang itu oleh Kiai Hasyim Muzadi ditaruh di depannya yang duduk lesehan sehingga kami semua melihatnya. Ketika kami pamit mau pulang tiba-tiba Kiai Hasyim Muzadi menghitung uang itu. Lalu semua uang itu diberikan kepada teman saya yang biasa dikirimi uang tiap bulan itu.

”Ini uang halal,” katanya tersenyum sembari menyodorkan uang itu kepada teman saya.

Tampaknya sudah tak terhitung jumlahnya kader NU yang dibantu secara ekonomi. Bahkan 40 santri penghafal al-Qur’an yang mondok di Pesantren Al-Hikam Depok Jawa Barat digratiskan. ”Semua biaya hidupnya saya tanggung,” kata Kiai Hasyim Muzadi kepada saya suatu ketika.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kebiasaan Baik KHA Hasyim Muzadi (4): Sensitif dan Langsung Bantu Jika ada Kader NU Kesulitan - Halaman 2