Al-Nahl 113-114: Hak Takmir Masjid Tidak Menshalati Jenazah Munafik

Spontan doa dikabulkan dan singkat cerita, kekeringan, krisis melanda seantero Makkah selama tujuh tahun. Diriwayatkan, mereka hingga makan tulang dan bangkai.

Setelah tahu rasa dan sadar, para pembesar kota Makkah pimpinan Abu Sufyan tunuk-tunuk sowan kehadirat Nabi dan memohon:

"Hai Muhammad, engkau datang membawa ajaran silatur-rahim dan memaaf. Engkau sudah menyaksikan sendiri bahwa kaum-mu sungguh sengsara dan banyak yang mati kelaparan. Ya, kami sadar, ini adalah adzab atas kaum lelaki yang memusuhi kamu. Tapi bagaimana dengan para wanita dan anak-anak. Tolong berdoalah kepada Tuhanmu untuk kebaikan mereka". "Fa ud'u Allah lahum".

Lalu, Nabi berkenan mendoakan untuk mereka dan keadaan berubah, membaik dan kembali seperti semula. Nabi pun mengirim banyak makanan untuk mereka. So, apakah mereka, lantas mau memeluk islam?. Komentar al-Qurthuby di ujung kisahnya "wa hum ba'd, musyrikun". Setelah keadaan normal, mereka tetap musyrik seperti sedia kala.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: