Pemerintah Pusat Targetkan 15 Juta Kunjungan Wisman ke Indonesia

Pemerintah Pusat Targetkan 15 Juta Kunjungan Wisman ke Indonesia Wisnu Bawa Tarunajaya saat memberikan pemaparan soal kepariwisataan.

PACITAN, BANGSAONLINE.com - Sektor pari dinilai sebagai salah satu komponen kekuatan fiskal yang bisa diandalkan sebagai penyumbang devisa negara terbesar. Pernyataan tersebut sebagaimana diungkapkan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY), anggota Komisi X DPR-RI di sela-sela pelatihan berbasis kompetensi bidang homestay di Pacitan, Senin (18/9).

"Pengembangan keparian jangan hanya bisa dinikmati diri sendiri. Namun bagaimana potensi-potensi pari yang ada bisa dikenal di seantero dunia. Kita butuh pengembangan spot-spot baru, agar destinasi di Pacitan terus bertambah dan berkembang," tutur anak bungsu dari Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini saat membuka pelatihan.

Menurutnya, sektor pari memang tengah menjadi andalan untuk bisa dijual. ‎Sebab Indonesia tidak akan mungkin bisa bersaing dari sektor lain, seperti manufacturing misalnya. "Sektor tersebut sudah dikuasai China. Kita hanya bisa bersaing dari sektor pari. Tahun ini Presiden Jokowi telah mencanangkan 15 juta kunjungan wan mancanegara ke Indonesia," ujar Wisnu Bawa Tarunajaya, Asisten Deputi Pengembangan SDM Keparian, Kementerian Pari, secara terpisah.

Ia memaparkan bahwa saat ini sektor pari di Indonesia menduduki peringkat tertinggi di Asia. ‎Meskipun, predikat tersebut masih sedikit diungguli oleh Vietnam. Kendati begitu, Wisnu sangat optimistis dengan target 15 juta kunjungan wisman ke Indonesia akan dapat mendongkrak pendapatan negara.

"Kalau kita asumsikan setiap wan harus keluar 12 ribu USD, tinggal mengalikan 15 juta akan ketemu nominal cukup fantastis," bebernya.

Untuk mewujudkan itu, Wisnu menekankan bagi para pelaku usaha yang bersinggungan erat dengan keparian, agar mereka bisa memahami tiga hal penting. ‎Yang pertama menguasai produk apa yang akan dijual, kemudian memahami siapa pelanggannya, serta yang ketiga memahami siapa diri mereka sebenarnya.

"Perlu diketahui, menjual pari itu sama halnya dengan menjual citra. Ikon kita harus jelas, dan jangan menipu wan dengan ikon-ikon yang tidak jelas," tandasnya. (yun/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mandi di Air Terjun Sedudo Nganjuk, Bisa Bikin Awet Muda?':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO