Salah satu penyebab kecelakaan kerja tersebut, menurutnya adalah kurangnya kesadaran dan belum optimalnya pengawasan dan pelaksanaan K3 serta perilaku K3 di tempat kerja. ”Untuk itu perlu dilakukan upaya yang nyata untuk mencegah dan mengurangi terjadinya kecelakaan maupun penyakit akibat kerja secara maksimal,” katanya.
Hanif juga meminta para pekerja untuk meningatkan kesadaran dalam K3. Menurutnya, masih banyak pekerja yang malas menggunakan alat pelindung diri yang disediakan industri/perusahaan.
“Ini tentunya membahayakan diri sendiri dan orang lain di lingkungan kerja. Untuk itu K3 jangan dianggap beban, melainkan investasi untuk menciptakan kenyamanan bekerja,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo mendorong pelaksanaan K3 tak hanya dilakukan di industri besar tapi juga industri kecil dan menengah yakni sektor UMKM. Hal tersebut penting dilakukan mengingat 92 persen tenaga kerja di Jatim bekerja di sektor tersebut.









