Kedua pelajar SMK Negeri 1 Pangungrejo yang mendapat penghargaan dari Kapolres Blitar. foto: Akina Nur Alana/ BANGSAONLINE
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Dua pelajar SMK Negeri 1 Pangungrejo, Kabupaten Blitar mendapat penghargaan dari Kapolres Blitar. Penghargaan ini diberikan atas keberanian keduanya melawan jambret yang menyasar keduanya.
Dua siswi yang menerima penghargaan itu yakni Ratna Suryaning Putri dan Karisma Nur Anisa. Penghargaan diberikan langsung Wakapolres Blitar Kompol Andy Yudha P, di hakaman Mapolres Blitar, Senin (7/5/2018).
BACA JUGA:
- Maling Ayam di Blitar yang Resahkan Warga Ditangkap, 7 Ekor Ayam dan Motor Diamankan Polsek Nglegok
- Kapolres Blitar Bantah Isu Wakapolres Aniaya Ajudan hingga Patah Tulang Hidung
- Ledakan Petasan di Blitar, 1 Orang Tewas
- Warga Selorejo Blitar Digegerkan Temuan Mayat Pria di Bawah Jembatan, Korban Diduga Depresi
"Kita memberikan penghargaan kepada dua siswi yang berhasil menggagalkan upaya penjambretan. Kita mengapresiasi karena keberanian dan kepedulian mereka untuk mendukung kepolisian mencegah dan mengagalkan tindak kejahatan," papar Kompol Andy Yudha usai memberikan penghargaan.
Sementara Ratna Suryaning Putri menjelaskan, keberaniannya melawan penjambret itu muncul secara spontan. Menurut cerita siswi kelas dua SMK ini kejadian yang dialaminya pada Sabtu (5/5/2018) lalu itu berawal saat ia dan Karisma pulang sekolah.
Saat itu Ratna posisinya dibonceng Karisma. Namun tiba-tiba ada seorang laki-laki membuntuti dari belakang dan langsung merampas HP yang ada di genggaman Ratna. "Seketika itu saya langsung meminta Karisma untuk menggantikan mengemudikan motor, saya langsung tancap gas mengejar pelaku," terang Ratna.
Setelah dekat dengan pelaku, tanpa pikir panjang Ratna dan Karisma langsung menendang pelaku hingga tersungkur. Setelah itu Ratna dan Karisma berteriak minta tolong.
Kemudian warga bersama sejumlah petugas kepolisian pun langsung datang untuk menolong Ratna dan Karisma serta mengamankan pelaku, yang diketahui bernama Gianto (48) warga Selopuro, Kabupaten Blitar.
"Saya tidak takut untuk melawan, karena saat itu yang ada di pikiran saya hanya kasian pada ibu saya, karena HP itu dibelikan ibu dari hasil jualan sayur," imbuh Ratna. (ina/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




