Gubernur Jatim H Soekarwo di acara buka puasa bersama keluarga besar Kejaksaan Tinggi Jatim, Selasa (5/6) tadi malam.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tragedi bom yang mengguncang Surabaya pada 13-14 Mei lalu sempat dikhawatirkan akan membuat harga bahan-bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan di Jawa Timur. Namun yang terjadi justru sebaliknya, harga-harga malah mengalami penurunan atau deflasi. Kondisi ini menjadi salah satu indikasi kokohnya keamanan Jatim.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo yang akrab disapa Pakde Karwo saat Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Jatim dengan Forkopipmda dan Perkenalan Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim Dr. Sunarta di Aula Gedung Kejaksaan Tinggi Jatim, Selasa (5/6) tadi malam.
BACA JUGA:
- Khofifah Jaga Iklim Investasi Jatim Lewat Networking Bersama Pengusaha Jepang
- Misi Dagang Batam Promosikan Produk Jatim, Tampilkan Eksotisme Wastra Sidoarjo
- Ekonomi Jatim Tumbuh Tertinggi se-Jawa, Bukti Ketangguhan Hadapi Tekanan Global
- Produksi Garam di Bangkalan Kemungkinan Turun 22%, ini Penyebabnya
Menurut Pakde Karwo-sapaan Gubernur Jatim ini, kekokohan keamanan di Jatim terwujud a.l. karena pengawalan kepolisian dan TNI. Disamping itu, komitmen kuat pemerintah dan pengusaha untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di Jatim, khususnya pada bulan Ramadhan dan saat Hari Raya Idul Fitri.
“Memang saat Hari-H tragedi itu terjadi, situasi pasar sepi sekali. Tapi 3-4 hari setelahnya sudah kembali ramai. Bahan pokok yang mengalami kenaikan hanya dua, daging ayam broiler, dan telur ayam” ujarnya.
Meskipun secara umum harga bahan pokok turun, diingatkan Pakde Karwo, seluruh pihak harus terus berhati-hati.”Dan hati-hati yang paling baik adalah silaturahmi seperti ini. Acara bukber dengan Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat ini sangat tepat untuk memperkuat pertahanan, keamanan, dan kebersamaan di Jatim” lanjutnya.
*Sambut Baik Kajati Baru*
Dalam kesempatan ini, Pakde Karwo juga menyambut baik Kajati Jatim yang baru, Dr. Sunarta. Kajati Sunarta dinilainya akan mampu memimpin Kajati Jatim dengan baik karena sudah berpengalaman bertugas di Jatim, yakni pernah menjadi Kajari Banyuwangi beberapa tahun yang lalu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




