Salah satunya sinergi tersebut, dijelaskan Yani, berupa penyelenggaraan bimtek bagi pelaku UKM ini. Harapannya, agar nantinya para UKM bisa menjual produknya dengan kualitas super dan sehingga namanya dikenal konsumen.
Adapun dalam bimtek tersebut, para peserta akan diajari bagaimana meningkatkan produk, mulai dari quality (kualitas) terbaik, proses packing (kemasan), tata cara branding (label), marketing (pemasaran), dan cara mendapatkan founding (pendanaan), hingga eksporting prosedur (pengirimannya).
"Produk kita sejatinya layak jual dan banyak diminati para wisatawan mancanegara. Terbukti beberapa produk UKM mulai Kuliner, Kriya, dan Fashion bisa tembus berbagai negara seperti India, Eropa Barat dan Timur, serta Asia mencakup Malaysia, Hongkong, Singapore, Korea dan banyak lagi lainnya," ungkapnya.
"Terakhir, saat pameran di Moscow Rusia pada bulan Agustus kemarin, produk UKM terjual 80 persen. Menunjukan produk kita layak jual dan berpotensi sekali beredar di luar negeri. Jangan sampai produk kita dibranding oleh orang luar, ini mesti kita antisipasi. Dengan bimtek inilah, agar pelaku UKM lebih paham lagi," ucapnya.










