SAMPANG (bangsaonline) - Sejumlah pedagang Pasar Srimangunan yang mengatasnamakan Asosiasi Pedagang Pasar Srimangunan (APPS) beraudensi dengan Pemkab Sampang, yang rencananya akan menutup lokasi parkir kendaraan di sebelah barat pasar. Mereka juga menyinggung anggaran TPS yang dinilai terlalu fantastis.
Pedagang ditemui asisten III, kepala Dispendaloka dan Kepala BPBD Sampang, Selasa (16/09).
BACA JUGA:
- Pasokan Pangan di Sampang Aman, Diskopindag Sebut Distribusi Lancar Meski BBM Non-Subsidi Naik
- Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Inpres di Sampang, Tekan Biaya Logistik Nasional
- 48 Kepala Sekolah di Sampang Dilantik, Bupati Tekankan Disiplin dan Keteladanan
- Musim Tanam Tembakau Tiba, Permintaan Air Tangki di Sampang Melonjak
Mereka bersama sejumlah penarik becak juga mempertanyakan rencana penutupan parkir. Mereka mengaku perlu mengklarifikasi rencana penutupan parkir yang mau dijadikan bongkar muat barang.
Fausi, satu perwakilan pedagang menyampaikan tentang anggaran pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) yang tidak seimbang dengan kebutuhan pedagang. "Sudah dua hari ini kami mendengar informasi akan ada penutupan parkir tengah, untuk itu kami perlu klarifikasi, kemudian juga masalah anggaran TPS yang terlalu fantastis dan tidak sebanding kepentingan pedagang pasar," ucapnya.
Kepala BPBD Sampang Wisnu menyatakan, yang berwenang untuk perencanaan pembangunan yaitu Dinas teknisCipta Karya dan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan rencana penutupan lahan parkir hanya sementara kerena menurutnya jalur ini strategis apabila dijadikan area bongkar muat. "Itupun kewenangan SKPD terkait," tandasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




