Siswi SMKN 2 Pacitan Lumpuh Butuh Bantuan, Demokrat Tanggapi Tawaran Koalisi PKB di Pilbup Pacitan

Menurut Masulam, salah seorang guru di SMKN 2 Pacitan, awalnya Desty tidak mengalami keluhan. Ia pun setiap hari rajin mengikuti kegiatan di sekolah. "Akan tetapi saat menjelang lebaran lalu, tiba-tiba kakinya sakit dan tak bisa digerakkan," terangnya saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Kamis (18/7) petang.

Keluarga sempat membawa ke mantri dan dokter. Bahkan sempat juga dirawat di RSUD dr Darsono Pacitan. Namun penyakitnya tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya dirujuk ke RS dr Sardjito di Yogyakarta. "Sempat menjalani operasi. Diagnosa sementara katanya ada saraf kejepit di tulang belakang. Akan tetapi sampai saat ini belum mengalami kesembuhan. Setiap satu atau dua minggu sekali harus kembali kontrol," ungkapnya.

Selama menjalani perawatan, Puput memang tidak dikenakan biaya. Sebab yang bersangkutan masuk kepesertaan kartu Indonesia sehat (KIS). "Hanya saja untuk biaya wira-wiri ini yang sangat memberatkan pihak keluarga. Kondisi keluarga sangat memprihatinkan. Karena itu kami berharap ada bantuan dari masyarakat luas serta pemkab, setidaknya untuk memberikan fasilitas ambulans gratis," harap Masulam.

Sementara itu, Sekretaris Dinkes Pacitan Bambang Wijanarko akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial terkait hal itu. Sebab diakuinya, Dinkes tidak memiliki anggaran untuk mobilisasi kendaraan ambulans bagi pasien yang menjalani perawatan ke luar daerah.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: