Isi Kuliah Umum di Solo, Khofifah Ajak Generasi Z Perkuat Nasionalisme dan Toleransi

Begitu juga dengan KH Wahid Hasyim. Di usianya yang masih sangat muda yaitu 30 tahun, sudah menjadi anggota BPUPKI. Yang bahkan menjadikan ayahanda Presiden Indonesia ke-4 KH Abdurrahman Wahid itu menjadi anggota BPUPKI termuda.

Mantan Menteri Sosial ini ingin menguatkan semangat mahasiswa yang saat ini termasuk kategori Generasi Z, (menurut timeline teori generasi, generasi Z merupakan generasi yang lahir antara tahun 1995 sampai 2010), sehingga saat ini sudah ada yang berusia 24 tahun. Berarti saat Indonesia Emas akan memasuki usia 49 tahun. Mereka lah yang secara skala usia akan menempati posisi strategis di berbagai lembaga dan sektor. Oleh karena itu komitmen ke- Indonesiaannya harus kuat. Nasionalismenya kuat. Penuh toleransi dan moderasi. Dan dapat menghasilkan karya yang luar biasa untuk bangsa dan negara.

"Tokoh muda Indonesia saat ini juga banyak yang bisa dijadikan referensi. Ada Nadhim (founder Gojek) juga Belva (founder Ruang Guru) yang punya murid sebanyak 13 juta orang. Di bidang pertanian juga ada, olah raga cukup banyak, seni budaya juga banyak. Tetapi saat yang sama kita juga punya PR, generasi Z yang terpapar radikalisme juga ada, terpapar narkoba juga ada," kata Khofifah.

"Oleh karenanya dunia akademik harus berseiring dengan langkah membangun karakter dan mental bangsa . Hal mana saja yang dapat melemahkan kita hindarkan. Yang dapat memperkuat kita dorong," tambahnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Isi Kuliah Umum di Solo, Khofifah Ajak Generasi Z Perkuat Nasionalisme dan Toleransi - Halaman 2