Para pelajar SD dengan atribut "Aku Cinta Papua".
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ada yang berbeda dari penampilan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Bupati Blitar Rijanto. Mereka nampak mengenakan atribut berupa ikat kepala bertuliskan "Aku Cinta Papua".
Atribut ini juga terlihat dikenakan saat bupati dan para kepala OPD menghadiri tasyakuran jamaah haji 2019 di Pendopo Sasana Hadi Praja, Senin (2/9/2019).
BACA JUGA:
- ASN di Blitar Wajib Hadir ke Kantor, Bupati Sebut WFA Tunggu Arahan Pemerintah Pusat
- Di Papua, Menteri ATR akan Sosialisasi Pendaftaran Tanah Ulayat dan Serahkan Sertifikat Rumah Ibadah
- Warganya jadi Korban Pembunuhan di Puncak Jaya, Wakapolres Probolinggo Kecam Tindakan KKB
- Pemkot Surabaya akan Mediasi Kelompok Papua yang Berselisih Pascainsiden Kya-Kya
"Ini tidak diwajibkan, namun kami menganjurkan agar ASN baik staf sampai kepala OPD untuk mengenakan atribut ini sebagai wujud kecintaan kita pada Papua. Kita tidak mengiginkan Papua lepas dari NKRI. Papua saudara kita, Papua bagian dari kita, semua cinta Papua," ungkap Bupati Blitar Rijanto.
Selain ASN, para pelajar di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar juga disarankan mengenakan atribut serupa. Anjuran ini berlaku untuk pegawai dan siswa-siswi lembaga PAUD, TK, dan SD negeri maupun swasta. Sebagai bentuk dukungan bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI.
"Dengan mengenakan atribut ini kita tunjukan bahwa Blitar cinta Papua. Hal ini sekaligus juga untuk memberi pendidikan kepada anak-anak kita makna persatuan dalam keberagaman. Bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku dari Sabang sampai Merauke," kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Budi Kusumarjaka.
Budi menambahkan, khusus di lingkup pendidikan anjuran ini dilaksanakan mulai Senin 2 September hingga Jumat 6 September 2019. "Untuk di lingkup Dinas Pendidikan digunakan mulai Senin hingga hari Jumat minggu ini," pungkasnya. (ina/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




