Gubernur Jatim Khofifah memimpin pelantikan Bupati Malang, Sanusi.
Menyikapi hal tersebut, Khofifah meminta kepada Bupati Malang beserta seluruh OPD memperhatikan efektivitas pembangunan dan fokus pada titik yang memiliki daya ungkit pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkualitas. Sehingga ke depan bisa menurunkan ketimpangan, mengurangi kemiskinan sekaligus memperluas lapangan pekerjaan.
Terkait kemiskinan di Kab. Malang, lanjutnya, sudah ada penurunan. Namun bila diukur secara kuantitatif masih cukup tinggi apalagi di wilayah Malang selatan. Untuk itu perlu dikembangkan pembangunan berbasis kewilayahan dengan mengoptimalkan keberadaan Bakorwil.
Di akhir, Khofifah mengatakan bahwa di era saat ini terjadi dinamika sosial, ekonomi, politik dan hankam yang relatif fluktuatif. Untuk itu perlunya membangun equilibrium dynamic atau titik ekuilibrium baru.
“Apa yang sudah terbangun di Jatim guyub rukun tolong dijaga, kehidupan harmoni terus diikhtiarkan seperti dalam Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Harmoni. Apalagi heterogenitas Jatim luar biasa sehingga bangunan kehidupan harmoni harus diikhtiarkan bersama,” katanya.
Arumi Lantik Ketua TP PKK dan Dekranasda Kab. Malang
Selain mengagendakan pelantikan Bupati Malang, pada kesempatan tersebut juga mengagendakan pelantikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kab. Malang sisa masa jabatan 2016-2021, yakni Anis Zaidah Wahyuni Sanusi oleh Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Prov. Jatim, Arumi Emil Elestianto Dardak.
Pelantikan tersebut berdasarkan SK Ketua TP PKK Prov. Jatim nomor 11/KEP/PKK.PROV/IX/2019 tentang pemberhentian dan pengangkatan Ketua TP PKK Kab. Malang tanggal 16 September 2019 serta SK Ketua Dekranasda nomor 016/DEKRAN.JATIM/SK/IX/2019 tanggal 16 September 2019 tentang pengesahan dan pengangkatan Ketua Dekranasda Kab. Malang sisa masa jabatan 2016-2021.
Dalam sambutannya, Arumi, sapaan akrab Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Jatim ini mengutip apa yang disampaikan Gubernur Jatim saat melantik pengurus TP PKK Provinsi Jatim bahwa meraih prestasi penting namun jangan sampai lengah bahwa tantangan dan hambatan selalu datang.
“Oleh karena itu, kita harus selalu adaptasi terhadap segala perubahan, tren yang ada serta apa yang terjadi di sekeliling kita. Apalagi Malang posisinya sangat strategis terutama terkait pariwisata,” katanya.
Selain beradaptasi, Arumi juga mengingatkan pentingnya kesiapan sebelum berbagai kemajuan pembangunan dilakukan. Ditambah pemerintah pusat memiliki target pembangunan proyek Selingkar Wilis, serta pengembangan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di mana Kab. Malang menjadi wilayah yang dilalui.
“Kesiapan ini harus dilakukan salah satunya dengan membina UMKM karena dengan berbagai proyek tersebut nantinya banyak pihak yang melirik potensi Malang. Jadi masyarakat lokal harus dapat peran. Jangan sampai yang mengambil peranan tersebut adalah orang luar, dan masyarakat lokal hanya jadi penonton. Harus disiapkan visi misi dalam menyambut kemajuan itu,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Arumi juga meminta Ketua TP PKK Kab. Malang untuk fokus terhadap masalah penanggulangan stunting, peningkatan IPM serta masalah sampah plastik. Terkait sampah plastik, sebut Arumi, menjadi problem bersama. Apalagi Kab. Malang merupakan daerah tujuan wisata, sehingga hal tersebut harus disikapi serius.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Gubernur Jatim, Sekdaprov Jatim, beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim, Forkopimda Kab. Malang, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh perempuan di Kab. Malang. (tim)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




