Ia menjelaskan barang-barang itu nantinya akan dipajang berdasarkan klasifikasi di setiap periode perkembangan pendidikan. Menariknya, mulai dari koleksi pra aksara di mana masyarakatnya belum mengenal tulisan, sampai bagaimana orang tua mengajarkan pendidikan kepada anak-anaknya zaman itu lengkap.
“Jadi, bagaimana pada waktu itu orang tua mengajarkan kepada anak-anaknya juga sudah ada,” imbuh dia.
Tidak hanya itu, Antiek merinci aneka ragam koleksian yang berhasil dikumpulkan. Di antaranya pendidikan pada masa kerajaan, mulai dari pengenalan sejarah pendidikan masa klasik, mengenalkan huruf jawa “honocoroko”, kemudian sebuah padepokan pendidikan berbasis agama dan pendidikan di masa kolonial.
“Nah, kolonial ini juga dibagi, ada kolonial zaman Belanda dan Jepang. Jadi, ada beberapa koleksi dokumen yang ada pada saat itu, termasuk alat tulisnya,” papar mantan Kepala Dinas Kominfo itu.










