“Kondisi sekarang sudah cukup bagus , irigasi yang dibangun tersebut cukup kuat dan bagus pengerjaannya ,” tandasnya.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Kodim / 0818 Kabupaten Malang-Batu, Letkol Inf Ferry Muzawwad menyatakan dirinya sangat mengapresiasi kinerja personelnya. Bukan hanya pembangunan saluran pengairan saja, akan tetapi, beberapa pembangunan fasilitas umum di desa tersebut, mampu diselesaikan dengan batas waktu yang sudah ditentukan. “Alhamdulillah, itu juga berkat sinergitas dan dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat setempat yang secara sukarela membantu, ” Tegas Letkol Inf Ferry Muzawwad.
Keberadaan program TMMD tak hanya membawa perkembangan bagi masyarakat di Desa Kedungsalam saja. Warga Desa Jatiarjo, Kabupaten Pasuruan pun merasakan manfaat adanya program TMMD saat ini.
Keberadaan pembangunan jembatan berukuran 3x4 meter di desa itu, ternyata mendapat banyak apresiasi dari masyarakat. Bahkan selama berlangsungnya pembangunan jembatan itu, warga tanpa rasa pamrih membantu para personel Satgas di bawah kendali Dan Satgas Letkol Arh H. Burhan Fajari Arfian tersebut.
Kasim (31) menuturkan jika selama berlangsungnya pembangunan jembatan itu, banyak warga yang ikut terjun langsung bersama para satgas. Sebab, keberadaan jembatan itu dinilai sangat penting guna mendongkrak roda perekonomian warga di desanya. “Jembatan tersebut merupakan akses utama penghubung antar yang sangat kami butuhkan,” ujar Kasim.
Terpisah, Dansatgas TMMD ke-106 Kodim /0819 Pasuruan, Letkol Burhan Fajari Arfian menjelaskan jika keberadaan Satgas TMMD, bukan hanya bertujuan untuk menyelesaikan berbagai pembangunan insfrastruktur saja.
Namun sebelumnya, dirinya telah menginstruksikan para personelnya agar dapat mewujudkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. “Itu sudah dibuktikan ketika proses TMMD berjalan. Sebelumnya, kami mengimbau para personel agar dapat mewujudkan Kemanunggalan, terlebih menanamkan jiwa patriotisme dan nasionalisme di dalam diri warga di lokasi TMMD. Sebab, patriotisme dan nasionalisme, merupakan warisan para leluhur bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Bukan hanya program fisik , TMMD ke-106 di Jawa Timur juga menyasar program non fisik. Dijelaskan Kapendam V/Brawijaya Kolonel Arm Imam Haryadi program non fisik antara lain berbagai diberikan berupa materi penyuluhan atau pembekalan yang ditujukan bagi masyarakat di lokasi TMMD. Bahkan, berbagai narasumber dari setiap institusi pun turut dihadirkan oleh pihak Satgas.
“Penyuluhan itu, meliputi sosialisasi kesehatan, pendidikan, pelatihan kerja, penyuluhan pertanian hingga sosialisasi hukum dan bahaya narkotika,” tandas Kolonel Imam.
Berbagai penyuluhan tersebut, imbuh Kapendam, dinilai mampu membentuk karakter dan mental masyarakat yang berada di daerah terisolir. Selain itu agar menjadi bekal menghadapi perkembangan informasi dan teknologi, khususnya revolusi industry 4.0.
“Pembekalan itu, ditujukan untuk merubah mindset masyarakat di desa terpencil, agar mampu bersaing dengan kemajuan teknologi seperti saat ini,” ungkapnya.
Untuk diketahui, program TMMD 106 sebelumnya telah dibuka oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Lapangan Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Rabu (2/10) . Setelah dilaksanakan selama satu bulan, tepatnya tanggal 31 Oktober 2019 Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi memimpin upacara penutupan TMMD ke-106 yang digelar di Desa Sooko, Kabupaten Ponorogo. (dev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




