Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pengembangan Hilirisasi dan Kewirausahaan Bidang Perkebunan

Selain itu mereka juga difasilitasi bantuan alat-alat pengolahan untuk mewujudkan Jatim Agro khususnya bagi kelompok tani kopi dan kakao. Dengan upaya tersebut, maka dapat meminimalisir adanya ijon petani kopi dan pengembangan produk hilir di kelompok tani kopi dan kakao.

Atas prestasi ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Menurutnya, ini menjadi bagian dalam program Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Agro melalui program Petik, Olah, Kemas, Jual.

“Ini menjadi ikhtiar dan komitmen kami dalam rangka meningkatkan nilai tambah bagi para pelaku industri hilir sektor perkebunan di Jatim. Semoga ini menjadi motivasi kami untuk terus mengembangkan program-program yang pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan para pekebun dan industri olahan sektor perkebunan,” katanya saat ditemui di Jakarta, Rabu (11/12).

Untuk memperkuat industri olahan makanan dan minuman di Jawa Timur saat ini tengah dikembangkan berbagai kluster agar mempermudah pembinaan dan pengembangan. Pemprov juga bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) untuk memberikan layanan di lima badan kordinator wilayah (Bakorwil) di Jatim yaitu di Pamekasan, Bojonegoro, Jember, Malang dan Madiun.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: