PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Minat baca masyarakat Kota Probolinggo terbilang minim. Hal ini berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) dalam setahun terakhir.
"Minat baca masyarakat Kota Probolinggo sangat minim. Dari hasil survei Bappeda, indeks minat baca sekitar 0,22 persen dari jumlah penduduk," ujar Kabid Pembinaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo, Hanafiyah kepada wartawan, Selasa (17/12).
BACA JUGA:
- KONI Kabupaten Probolinggo Cairkan Reward Rp1,1 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Peraih Medali Porprov
- Mega Guntara Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Kota Probolinggo Periode 2026-2031
- 12 Camat di Kabupaten Probolinggo Resmi Dilantik Jadi PPATS
- Pengadaan Alkes RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Diselidiki Polda Jatim
Salah satu yang menjadi faktor minimnya minat baca masyarakat di perpustakaan, karena jaman mulai bergeser ke dunia digital. Sehingga masyarakat malas berkunjung ke perpustakaan.
Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, Hanafiyah mengaku sudah melakukan berbagai gebrakan. Seperti menggandeng sejumlah komunitas dan mengadakan kegiatan perlombaan.
"Salah satunya kita menggandeng komunitas penulis (Komunlis) dan lomba jurnalistik," katanya.
Hal senada juga dikatakan Kabid Perpus, Retno Widisari. Guna merangsang minat masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sudah menyediakan buku-buku terbaru yang bisa dibaca oleh masyarakat.
"Ada sekitar 52 ribu buku yang tersedia. Baik itu buku lama maupun terbitan buku terbaru," tandasnya.
Jenis bukunya juga bermacam-macam. Mulai dari buku pelajaran, karya ilmiah, fiksi, kesehatan dan lain sebagainya. (prb1/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




