Petugas kesehatan melakukan screening di terminal Pakusari Jember.
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Pasca Jember menetapkan wabah virus Corona (Covid-19) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), terminal di wilayah Jember memberlakukan screening bagi penumpang bis ataupun warga yang masuk wilayah Jember.
Seperti yang tampak di Terminal Pakusari, petugas kesehatan dari puskesmas setempat didampingi anggota polisi melakukan sceeening kesehatan kepada seluruh penumpang bis. Diketahui dari salah satu penumpang bis asal Bali, mengalami demam dan terdeteksi suhu tubuhnya 38 derajat celcius.
BACA JUGA:
- Hendak Gagalkan Curanmor, Karyawati SPPG di Umbulsari Jember Dibacok Pelaku
- Libur Lebaran, Pemkab Jember Sediakan Nakes dan Ambulans di Lokasi Wisata
- Ombudsman RI Tetapkan Jember sebagai 10 Besar Kabupaten Terbaik dalam Layanan Publik
- BP Taskin Soroti Jember, 124 Ribu Warga Masih Masuk Kategori Miskin Ekstrem
"Sabtu (29/3/2020) kemarin ada satu penumpang bus dari 12 orang lainnya diperiksa dan suhunya 38 derajat celcius," kata salah seorang Petugas Puskesmas Pakusari yang enggan disebutkan namanya, Senin (30/3/2020) pagi.
Dia menyebutkan, penumpang bis asal Bali itu langsung dilakukan tindakan medis. "Dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan 11 orang lainnya suhu badan normal dan melanjutkan perjalanan," lanjutnya.
Sementara itu diketahui sebelumnya, Bupati Jember menetapkan status Jember menjadi KLB, dan memberlakukan screening ketat untuk seluruh masyarakat yang keluar masuk wilayah Jember mulai Minggu (29/3/2020) kemarin.
Faida mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan screening di lima pintu perbatasan Jember. Jika saat screening ditemukan masyarakat yang menunjukkan gejala seperti suhu tubuh tinggi atau telah melakukan perjalanan dari zona merah, maka akan dikarantina.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




