Sepenggal Kisah Kampung Tangguh di Surabaya saat Tangani Warga Penderita Covid-19

Selama menjalani masa karantina, Mega mengaku mendapat banyak dukungan untuk dirinya agar segera pulih. Dukungan yang terus mengalir itu melalui berbagai cara. Mulai dari pesan di grup WhatsApp hingga telepon, “Saya mendapat dukungan yang luar biasa. Terutama para tetangga yang aktif men-support saya selama di karantina,” ungkapnya.

Setelah melewati masa karantina, pada tanggal 5 Juni 2020 pukul 11.00 WIB, Mega kembali pulang ke rumah. Setiba di rumah, seketika itu ia tercengang lantaran Ketua RT/RW, Staf Linmas Kelurahan serta beberapa perwakilan warga menyambut kedatangannya meski dari jarak yang berjauhan, “Jujur, saya kaget dan terharu. Semua orang tersenyum pada saya. Meskipun kami tidak berdekatan,” cerita Mega.

Pada saat itu, istri dan kedua anak Mega tinggal sementara di kos-kosan milik orang tuanya, sehingga setelah menjalani karantina di hotel, ia tinggal sendiri selama sepekan di rumah. Selama itu pula bentuk intervensi dari tetangga terus mengalir. Mulai permakanan, vitamin, bahkan sampai dengan susu untuk anaknya juga diberikan.

“Saya rutin diberi bantuan itu. Gugus tugas mengumpulkan bantuan dari warga, ternyata saya mendapatkan susu untuk anak. Alhamdulillah,” terangnya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: