Sebuah rumah khas jaman Mojopahit rampung dibangun. (gunadhi/BangsaOnline)
Kepala Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata (Diporabudpar) Kabupaten Mojokerto, Didik Chusnul Yakin menjelaskan, selain di Desa Bejijong, puluhan rumah majapahit juga dibangun di Desa Jatipasar dan Sentonorejo.
"Di Desa Sentonorejo 21 rumah, dan di Desa Jatipasar 22 rumah, keseluruhan 137 rumah. Anggaran totalnya Rp 7,38 miliar kita bagi untuk Desa Bejijong Rp 5 miliar, Jatipasar Rp 1,15 miliar dan Sentonorejo Rp 1,25 miliar," paparnya.
Didik menambahkan, pembangunan kampung majapahit ini secara swakelola desa. Di setiap desa dibentuk 3 tim, yakni TPK, konsultan penrencanaan dan konsultan pengawas. Tim ini menangani secara penuh proses pembangunan, termasuk pengelolaan dananya. Sementara terkait sumber dana, lanjut Didik dari APBD Pemprov Jatim dan Pemkab Mojokerto tahun 2014.
"Dari provinsi Rp 5,9 miliar, dari pemkab Rp 1,48 miliar. Dana tersebut dari kas daerah langsung ditransfer ke kas desa," imbuhnya.
Pembangunan berlangsung sejak akhir November 2014. Sampai akhir tahun lalu, baru menyelesaikan 8 rumah.
"Hingga akhir tahun lalu 8 rumah sudah selesai dibangun. Antara lain 1 rumah masing-masing di Desa Bejijong dan Jatipasar, sedangkan 6 rumah lainnya di Desa Sentonorejo. Pembangunan menyisakan 129 rumah di tahun 2015 ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




