Mahfud MD saat menghadiri silaturahim dengan kiai dan ulama se-Madura di Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (27/6/2020).
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD mengakui forum Badan Silaturahim Ulama Pesantren Madura (Bassra) menjadi kelompok pertama yang menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).
Hal ini disampaikan olehnya saat menghadiri silaturahim dengan kiai dan ulama se-Madura di Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (27/6/2020).
BACA JUGA:
- Mahfud MD: Penegakan Hukum Adil Fondasi Kokohnya Kebangsaan Indonesia
- Harga Pangan Nasional di Penghujung Tahun 2025 Alami Penurunan, Bawang Merah dan Cabai Merosot
- Harga Pangan Nasional Hari Ini Fluktuatif: Bawang dan Cabai Merah Turun, Rawit Hijau Naik
- Rata-rata Harga Pangan Nasional Hari Ini Alami Lonjakan yang Cukup Signifikan
Saat itu, dirinya mengaku menerima secara langsung video penolakan RUU HIP secara kolektif yang dibuat oleh forum Bassra. Mereka menuntut RUU HIP tersebut dicabut.
"Saya terima langsung video penolakan dari dari Bassra ini. Kalau penolakan secara individual sepertinya memang sudah banyak beredar di medsos. Tapi, kalau penolakan secara kolektif diawali oleh kiai dan ulama Madura ini, kemudian diikuti oleh kelompok lainnya yang ada di berbagai wilayah," ujarnya.
Menurutnya, penolakan ini tidak menjadi sebuah masalah, bahkan dirinya mendukung. Sehingga, dari adanya penolakan ini, pemerintah memiliki pedoman atas situasi yang terjadi.
Menjawab permintaan dari forum Bassra ini, Mahfud MD menyampaikan bahwa saat ini Presiden RI telah menunda untuk pembahasan RUU HIP.
"Saat ini sikap presiden adalah menunda, karena bapak presiden akan lebih fokus pada perang melawan Covid-19 dan belum memikirkan RUU HIP," jelasnya saat memberikan pengarahan di depan ulama se-Madura.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




