Senin, 12 April 2021 19:44

​Tak Nyangka, Kiai Miliarder ini Pernah Jadi Kuli dan Tiga Kali Lamar Wanita Ditolak

Kamis, 23 Juli 2020 22:38 WIB
Editor: MMA
​Tak Nyangka, Kiai Miliarder ini Pernah Jadi Kuli dan Tiga Kali Lamar Wanita Ditolak
Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag saat menerima kunjungan Presiden RI Joko Widodo di Pondok Pesantren Amanatul Ummah. foto: ist/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.Ag adalah pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur. Kiai Asep dikenal sebagai kiai miliarder, ulama kaya raya, tapi dermawan. Putra pendiri NU, KH Abdul Chalim ini sangat gemar bersedekah, terutama untuk kepentingam bangsa dan umat Islam.

Bahkan untuk penanggulangan Covid-19, Kiai Asep menyedekahkan 400 ton beras, 40.000 sarung, dan uang Rp 50 ribu per orang untuk relawan Covid-19 dan warga terdampak virus corona.

Tapi siapa sangka, sewaktu muda Kiai Asep yang kini memiliki puluhan ribu santri dan pesantren besar dengan gedung-gedung megah itu ternyata sangat miskin. Bahkan untuk makan saja ia harus mengais kerak nasi (intip) di dapur umum pondok pesantren. Tiap hari ia makan intip yang sudah dibuang oleh santri lain.

BACA JUGA : 

Terobosan Baru, Tolak Sumbangan, ASC Foundation Hanya Memberi untuk Berbagi

​Di Depan 360 Wisudawan IAI Al-Khoziny, Kiai Asep: Pilih Mana, Harta, Tahta, atau Ilmu

​Pengurus Pergunu Surabaya Dilantik, Kiai Asep Ingatkan Guru, Tak Ada Murid Bodoh

Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Kiai Asep Bakal Dirikan Universitas Bertaraf Internasional

Tapi siapa sangka, sewaktu muda Kiai Asep yang kini memiliki puluhan ribu santri dan pesantren besar dengan gedung-gedung megah itu ternyata sangat miskin. Bahkan untuk makan saja ia harus mengais kerak nasi (intip) di dapur umum pondok pesantren. Tiap hari ia makan intip yang sudah dibuang oleh santri lain.

Namun semangat menuntut ilmu tetap tinggi. Bahkan ia bertekad untuk kuliah.

“Saya akhirnya jadi kuli bangunan, untuk cari uang pangkal masuk IAIN,” kata Kiai Asep Saifuddin Chalim dalam acara Gergeran Bersama Kiai di BANGSA TV channel youtube.

Namun penderitaan belum berakhir. Ketika Asep muda tertarik terhadap wanita, ternyata tak ada satu pun gadis yang mau menerima lamarannya karena ia miskin.

“Saya berkali-kali melamar wanita, tapi lamaran saya dikembalikan,” katanya menuturkan pengalaman pahitnya. Para orang tua itu menolak lamaran Asep muda karena menganggap ia tak punya masa depan.

Nah, bagaimana liku-liku perjuangan hidup Kiai Asep sewaktu remaja? Silakan ikuti kisah pilu dan dramatis tapi penuh dedikasi ini dalam acara Gergeran Bersama Kiai di BANGSAONLINE TV channel youtube. (mma)

5 Kios Pasar Ranggeh Pasuruan Rusak Tertimpa Pohon
Sabtu, 10 April 2021 02:59 WIB
Pasuruan, BANGSAONLINE.com - Sebuah Pohon Trembesi roboh menimpa Pasar Ranggeh di Desa Karangsentul Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.Akibatnya, 8 kios milik pedagang rusakDelapan kios milik pedagang yang rusak itu terdiri dari toko kelontong, pertanian...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Senin, 12 April 2021 09:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Eat Just –perusahaan San Francisco - di Singapura memproduksi “ayam buatan”. Dibuat dari biji sel ayam beneran. Hanya dalam 14 hari sudah jadi “daging ayam”. Siap santap. Padahal untuk memelihara ayam seca...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...