Jumat, 30 Oktober 2020 08:25

​Berlakukan Uji Coba New Normal, Pasien Corona di Tuban Makin Meningkat

Minggu, 23 Agustus 2020 21:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Berlakukan Uji Coba New Normal, Pasien Corona di Tuban Makin Meningkat
Grafik perkembangan jumlah covid-19 di Kabupaten Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sejak diberlakukan uji coba new normal, jumlah pasien corona di Kabupaten Tuban semakin meningkat.

Bupati Tuban H Fathul Huda kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (23/8) mengakui jika angka Covid-19 terus meningkat sejak diberlakukan uji coba new normal. Berdasarkan temuan pemkab, pasien meningkat karena masyarakat masih abai menerapkan protokol kesehatan. Terutama pemakaian masker yang belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat.

"Masyarakat kebanyakan masih abai menggunakan masker. Kalau wilayah kota, pemakaian masker sudah lumayan. Akan tetapi, di wilayah atau kecamatan pinggiran masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker," beber Bupati Huda.

Menurutnya, selain abai pakai masker, masyarakat juga ada yang tidak percaya adanya pandemi virus Corona. Hal itu dibuktikan adanya warga di Kecamatan Kerek yang memaksa keluarganya untuk dibawa pulang. Padahal, status pasien tersebut reaktif dan hingga akhirnya satu keluarga ada yang meninggal.

"Masyarakat harus tahu ini. Makanya saat ini saya sudah instruksikan kepada dinkes dan rumah sakit di Tuban agar bertindak tegas jika ada pasien yang memaksa pulang tapi statusnya reaktif," beber bupati yang juga kader NU Tuban ini.

Fathul Huda berpesan agar masyarakat menaati protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, pandemi virus corona harus dilawan bersama-sama agar Tuban menjadi zona hijau. Jika sudah zona aman, maka bisa secepatnya menjadi hidup normal.

"Kami juga akan mengevaluasi terkait uji coba new normal yang sudah berlaku ini," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyah membenarkan, jika jumlah pasien Covid-19 terus meningkat di saat pemberlakukan new normal.

Menurutnya, kata new normal ternyata disalahartikan oleh masyarakat. Pemberlakukan new normal bukan berarti mengabaikan penerapat protokol kesehatan Covid-19. Namun, faktanya masih benyak masyarakat yang tidak mentaati protokol kesenatan.

"Bahkan, dianggap sudah tidak ada pandemi Covid-19. Ya, ini yang salah mengartikan kebijakan new normal," jelas Endah sapaan akrabnya.

Kata dia, istilah new normal tersebut diartikan setiap aktivitas baik di rumah maupun di luar harus memakai masker, rajin cuci tangan, dan upayakan jaga jarak. "Faktanya, hal itu masih diabaikan oleh sebagian masyarakat," timpalnya.

Endah membeberkan, sesuai update terbaru jumlah suspek ada 19 orang. Sedangkan, secara komulatif pasien covid-19 berjumlah 303 orang. Rinciannya, pasien dirawat 43 orang, 40 meninggal dunia dan sembuh sebanyak 220 orang. (gun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...