Sabtu, 23 Januari 2021 05:00

​Berlakukan Uji Coba New Normal, Pasien Corona di Tuban Makin Meningkat

Minggu, 23 Agustus 2020 21:07 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Berlakukan Uji Coba New Normal, Pasien Corona di Tuban Makin Meningkat
Grafik perkembangan jumlah covid-19 di Kabupaten Tuban.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sejak diberlakukan uji coba new normal, jumlah pasien corona di Kabupaten Tuban semakin meningkat.

Bupati Tuban H Fathul Huda kepada BANGSAONLINE.com, Minggu (23/8) mengakui jika angka Covid-19 terus meningkat sejak diberlakukan uji coba new normal. Berdasarkan temuan pemkab, pasien meningkat karena masyarakat masih abai menerapkan protokol kesehatan. Terutama pemakaian masker yang belum sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat.

"Masyarakat kebanyakan masih abai menggunakan masker. Kalau wilayah kota, pemakaian masker sudah lumayan. Akan tetapi, di wilayah atau kecamatan pinggiran masih ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker," beber Bupati Huda.

Menurutnya, selain abai pakai masker, masyarakat juga ada yang tidak percaya adanya pandemi virus Corona. Hal itu dibuktikan adanya warga di Kecamatan Kerek yang memaksa keluarganya untuk dibawa pulang. Padahal, status pasien tersebut reaktif dan hingga akhirnya satu keluarga ada yang meninggal.

"Masyarakat harus tahu ini. Makanya saat ini saya sudah instruksikan kepada dinkes dan rumah sakit di Tuban agar bertindak tegas jika ada pasien yang memaksa pulang tapi statusnya reaktif," beber bupati yang juga kader NU Tuban ini.

Fathul Huda berpesan agar masyarakat menaati protokol kesehatan Covid-19. Menurutnya, pandemi virus corona harus dilawan bersama-sama agar Tuban menjadi zona hijau. Jika sudah zona aman, maka bisa secepatnya menjadi hidup normal.

"Kami juga akan mengevaluasi terkait uji coba new normal yang sudah berlaku ini," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tuban, Endah Nurul Komariyah membenarkan, jika jumlah pasien Covid-19 terus meningkat di saat pemberlakukan new normal.

Menurutnya, kata new normal ternyata disalahartikan oleh masyarakat. Pemberlakukan new normal bukan berarti mengabaikan penerapat protokol kesehatan Covid-19. Namun, faktanya masih benyak masyarakat yang tidak mentaati protokol kesenatan.

"Bahkan, dianggap sudah tidak ada pandemi Covid-19. Ya, ini yang salah mengartikan kebijakan new normal," jelas Endah sapaan akrabnya.

Kata dia, istilah new normal tersebut diartikan setiap aktivitas baik di rumah maupun di luar harus memakai masker, rajin cuci tangan, dan upayakan jaga jarak. "Faktanya, hal itu masih diabaikan oleh sebagian masyarakat," timpalnya.

Endah membeberkan, sesuai update terbaru jumlah suspek ada 19 orang. Sedangkan, secara komulatif pasien covid-19 berjumlah 303 orang. Rinciannya, pasien dirawat 43 orang, 40 meninggal dunia dan sembuh sebanyak 220 orang. (gun/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...