Minggu, 17 Januari 2021 00:43

Sosok Ayah Jadi Kunci Pencegahan Pneumonia Pada Anak Melalui Imunisasi

Selasa, 22 Desember 2020 23:43 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zahrotul Maidah
Sosok Ayah Jadi Kunci Pencegahan Pneumonia Pada Anak Melalui Imunisasi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur dr. Herlin Ferliana saat menjadi keynote speech Edukasi Media dan Penyebaran Komunikasi Publik Peran Ayah dan Pencegahan Pneumonia pada Anak dengan Imunisasi.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Peranan ayah berpengaruh dalam menjaga kesehatan sebuah keluarga. Keputusannya untuk meletakkan pondasi kesehatan buah hatinya di rumah menjadi penting dalam rangka menyelamatkan generasi unggul dan sehat.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, dr. Herlin Ferliana, ketika menjadi keynote speech Edukasi Media dan Penyebaran Komunikasi Publik Peran Ayah dan Pencegahan Pneumonia pada Anak dengan Imunisasi, belum lama ini.

Herlin menjelaskan, bahwa imunisasi merupakan program yang sangat efektif untuk memenuhi target SDGs dengan penurunan angka kematian bayi 25 per 1.000. Apalagi, pneumonia merupakan penyebab kematian terbesar pada bayi dan balita.

“Sebanyak 50% disebabkan oleh Streptococcus Pneumoniae dan 20% disebabkan oleh Haemophilus Influenzae tipe b,” kata Herlin 

Dia melanjutkan, vaksin Pneumokokus Konyugasi (PCV) sudah diintroduksi di Indonesia. Semua diawali dengan demonstration program di Provinsi NTB dan Bangka Belitung serta selanjutnya diintroduksi secara nasional, yakni bertahap mulai 2020 sampai 2024. “Vaksin PCV yang akan digunakan telah memiliki izin edar dari BPOM dan sertifikat halal dari IFANCA,” ungkapnya.

Herlin menambahkan, diperlukan kerja sama yang terpadu dengan semua pihak untuk mencapai imunisasi PCV yang sukses. “Peran ayah sangat penting dalam kesuksesan imunisasi PCV,” katanya.

Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin menuturkan, untuk menjaga kesehatan keluarga diperlukan support system yang ada di rumah, termasuk peran suami sebagai kepala rumah tangga.

“Bagi para ayah, ayo kita harus support ibu-ibunya. Karena, vaksinasi yang dilakukan pada anak penting untuk kesehatan mereka,” kata Arumi melalui tayangan video.

Ia melanjutkan, kesehatan bagi anak, terutama yang disiapkan sebagai kesehatan komunitas harus bisa dilakukan. Upaya memastikan peran yang dilakukan tiap keluarga akan menjadi pembeda dalam menjaga kesehatan bagi anak, termasuk pneumonia. “Ketika anaknya divaksin pun, ayah harus mengantarkan sekaligus menjadi bapak siaga,” ungkapnya.

Anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur dr. Dominicus Husada, menuturkan, seorang ayah di rumah memiliki peranan kunci dalam menentukan kesehatan keluarga, termasuk pencegahan Pneumonia. Selama ini, pemaksimalan peran ayah belum banyak diangkat.

“Sosok ayah juga memiliki komunitas seperti pertemuan khusus kaum mereka, ada pengajian, rapat RT-RW di berbagai komplek mereka,” ujar dr Dominicus.

Ia melanjutkan, selama ini fokus kesehatan keluarga selalu saja fokus pada ibu si anak. Pasalnya, ibu yang merawat dan bersama si anak untuk jangka waktu yang lama sepanjang hari. “Kombinasi peran ayah yang maksimal akan melengkapi sebuah keluarga dalam membangun pertahanan kesehatan,” jelasnya.

Pneumonia sendiri, katanya, merupakan keradangan pada paru-paru yang menyerang pernafasan. Pneumonia terjadi karena adanya infeksi yang berasal dari mahluk hidup asing yang masuk di tubuh seseorang dan menimbulkan proses penyakit. “Penyebabnya bisa dari virus, bakteri, jamur, bahan kimia, bahan beracun maupun mahluk hidup kecil lainnya,” jelasnya.

(Anggota IDAI Jawa Timur dr. Dominicus Husada)

Adapun penyebarannya bisa lewat droplet atau percikan ludah. Ketika seseorang bicara, batuk, bersin, maupun meludah. Bisa juga melalui partikel penyebab infeksi yang melayang di udara.

Dominicus juga menambahkan, pneumonia menyerang bayi, anak-anak, sampai orang lanjut usia (lansia). Tentu, orang dengan sistem imun yang buruk akan lebih muda terkena Pneumonia.

“Jadi, pneumonia ini menempati urutan pertama penyebab kematian balita di seluruh dunia. Bergantian dengan penyakit diare yang juga penyebab kematian bagi balita,” jelasnya.

Bagi tiap keluarga, terutama untuk ayah yang menjadi dirigen di rumah harus bisa mengetahui ciri-ciri pneumonia. Biasanya diawali dengan panas, batuk-batuk, dan pilek. kemudian muncul sesak napas. Dalam situasi ini, katanya, pencegahan selalu lebih baik dari pada mengobati.

Apalagi tidak semua penyakit ada obatnya. Kalaupun tersedia, biaya dan sumber daya selalu lebih besar dibandingkan upaya pencegahan. “Upaya pencegahan itu bisa dilakukan lewat imunisasi pneumonia,” tambahnya.

Medical Manager PT Pfizer Indonesia Dr. Carolina Halim, juga menuturkan keberadaan ayah menjadi dirigen bagi keluarganya untuk bisa menjaga kesehatan. Berbagai keputusannya menjadi penting sebagai bekal sebuah keluarga mampu untuk menjaga kesehatan dengan baik.

Data yang diperoleh dari Profil Kesehatan Jatim 2019 menyebutkan, meskipun Angka Kematian Bayi (AKB) di Jatim dari laporan rutin relatif sangat kecil, namun bila dihitung angka kematian absolutnya masih tinggi, yaitu sebanyak 3.875 bayi meninggal per tahun dan sebanyak 4.216 balita per tahun. Ini berarti dalam satu hari sebanyak 11 bayi meninggal dan 12 balita meninggal.

Sebenarnya upaya pencegahan kondisi ini sangat mungkin dilakukan, terlebih bila seorang ayah bisa membuat keputusan tepat dalam menentukan pilihan kesehatan bagi keluarganya. “Maka, potensi kematian ibu melahirkan dan bayinya akan dapat ditekan,” katanya.

Pihaknya menyadari, tak semua ayah memiliki edukasi yang cukup untuk bisa memahami kebutuhan kesehatan untuk keluarganya. Di tengah percepatan komunikasi saat ini, pihaknya ingin semua ayah bisa peduli dan memahami kebutuhan ini.

"Ayah diharapkan mampu mengambil keputusan penting, termasuk manajemen finansial untuk kesehatan keluarganya. Sehingga bisa menentukan masa depan anaknya. Keputusan tepat untuk memastikan mereka sehat dan tetap hidup di masa mendatang,” jelasnya.

Psikolog Universitas Airlangga Surabaya Dr. Nur Ainy Fardana menuturkan, peran penting ayah sebenarnya dimulai sejak bayi dalam kandungan. Dibutuhkan dukungan emosi dan perhatian ayah terhadap kondisi kehamilan ibu.

Saat ini, di era keterbukaan informasi maka seorang ayah perlu memahami fakta-fakta pneumonia pada anak. Perlunya sosialisasi dan edukasi yang tepat terkait risiko, pencegahan dan penanganan penyakit yang mengancam buah hatinya. “Seorang ayah perlu mengambil keputusan secara tepat dalam pencegahan dan penanganan pneumonia,” ucapnya. (mid/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 11 Januari 2021 16:42 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Kerusuhan politik yang dilakukan pendukung fanatik Presiden Donald Trump menelan banyak korban jiwa. Setidaknya, empat pendukung Trump dan dua polisi dikabarkan meninggal dunia terkait aksi demo anarkis di Gedung Cap...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...