Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Foto: dinkes.jatimprov.go.id
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal dengan Super Flu di Indonesia, terkonfirmasi sebanyak 62 warga. Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan jumlah kasus terbanyak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur (Jatim), dr. Erwin Ashta Triyono mengatakan, kasus Super Flu ditemukan pada akhir tahun 2025. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia muda.
"Dari hasil pemeriksaan, tercatat 18 kasus positif dengan waktu pengambilan spesimen pada September-November 2025. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja, dengan proporsi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan," kata Erwin kepada detikJatim, Kamis (10/1/2026).
Berdasarkan hasil pemantauan epidemiologis, lanjutnya, dari 18 kasus tersebut tidak ditemukan riwayat perjalanan ke luar negeri. Pemantauan terhadap pasien dan kontak erat telah dilakukan oleh puskesmas setempat.
Kini, seluruh pasien yang terinfeksi Super Flu dilaporkan dalam kondisi membaik, bahkan telah dinyatakan sembuh. Sebelumnya, sempat ada pasien yang menjalani perawatan di rumah sati.
"Dari hasil laporan aplikasi NAR (New All Record) terdapat 1 pasien yang dirawat di RSUD dr Saiful Anwar Malang pada September, dan saat ini pasien tersebut sudah sembuh," jelasnya.
Menurut Erwin, gejala Super Flu yang ditemukan di Jatim ini, umumnya berupa demam di atas 38 derajat Celsius, batuk dan pilek, seperti halnya influenza pada umumnya.
"Maka pasien memerlukan istirahat yang cukup dan asupan gizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh," ujarnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




