Super Flu Jadi Sorotan, Begini Penanganannya

Super Flu Jadi Sorotan, Begini Penanganannya Ilustrasi super flu. Foto: Biro Humas Kemenkes

BANGSAONLINE.com - Fenomena super flu tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Istilah ini bukan merujuk pada virus baru atau penyakit dengan terapi khusus, melainkan infeksi influenza yang umumnya disebabkan oleh influenza A H3N2. 

Jenis flu ini dikenal lebih cepat menyebar dan menimbulkan gejala lebih berat pada sebagian orang. Pengobatan super flu pada dasarnya sama dengan flu biasa, mulai dari perawatan suportif hingga pemberian obat antivirus bila diperlukan.

Gejala super flu tidak berbeda dengan influenza pada umumnya, yakni demam, batuk, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, berkeringat, serta menggigil. 

Bedanya, flu biasanya muncul mendadak dalam dua hingga tiga hari setelah terpapar virus, sedangkan pilek berkembang lebih perlahan.

Pada sebagian pasien, terutama anak-anak, flu dapat disertai mual, muntah, atau diare. Dalam kasus berat, gejala bisa memburuk dengan cepat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Para ahli menegaskan tidak ada obat instan untuk flu, termasuk super flu. Namun, pengobatan dini dapat mengurangi keparahan dan memperpendek durasi gejala. 

Obat antivirus seperti oseltamivir menjadi pilihan utama, efektif bila diberikan dalam 48 jam pertama setelah gejala muncul. Terapi ini terbukti memperpendek gejala sekitar 12–24 jam serta menurunkan risiko komplikasi, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

Selain itu, penanganan flu juga mencakup perawatan suportif: penggunaan obat penurun demam, pereda nyeri, istirahat cukup, dan menjaga asupan cairan agar tubuh terhindar dari dehidrasi. (rom)

Sumber: RSUD Pemkab Aceh Barat Daya