Kuat Menahan Berat Truk 100 Ton, Pakar ITS Pastikan Jembatan Joyoboyo Lolos Uji

Ia menjelaskan, dari pengujian tersebut, pihaknya mendata di antaranya yaitu ukuran lendutan. Lendutan atau defleksi adalah perubahan bentuk pada benda karena tertimpa beban. Oleh sebab itu, untuk konstruksi aspal beton, seperti Jembatan Joyoboyo, batasan kelendutan 1/800. Artinya, dari hasil pemeriksaan secara keseluruhan, defleksinya itu sudah memenuhi standar.

"Jadi jembatan ini sudah memiliki kemampuan layanan ketika menerima beban kendaraan atau beban yang lewat," ungkap Putu Raka.

Dalam pengujian itu, Putu Raka tidak lupa juga memerhatikan jika nantinya terjadi kepadatan pada jalan. Seperti terjadi kemacetan atau kepadatan kendaraan di atas jembatan. Hasilnya dinilai sudah aman. "Dipastikan jembatan kuat menahan beban," tegasnya.

Ia menyimpulkan bahwa Jembatan Joyoboyo telah dinyatakan layak dan kuat menahan beban. Namun begitu, pakar pun memberi rekomendasi agar Jembatan Joyoboyo ke depan secara berkala melakukan uji kelayakan, terutama di bagian ketahanan kaki jembatan. "Jadi harus kerap dicek penahan jembatan yang menjadi salah satu ikon Kota Pahlawan," urainya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kuat Menahan Berat Truk 100 Ton, Pakar ITS Pastikan Jembatan Joyoboyo Lolos Uji - Halaman 2