“Selain masalah kesehatan, Covid-19 juga memberi dampak yang sangat signifikan dalam perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia,” jelas dosen Akuntansi UNUSIA itu.
“Beberapa negara menerapkan lockdown dan Indonesia memilih untuk menerapkan metode Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) dalam menekan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, bahkan sekolah dan kuliah dari rumah agar tidak terjadi kerumunan,” papar Aras Prabowo.
Namun, kata dosen muda UNUSIA itu, kebijakan PSBB oleh pemerintah memicu masyarakat menggunakan teknologi dan gadget untuk bertransaksi dalam memenuhi kebutuhannya selama di rumah. Itu pulalah yang menjadi pemantik berkembangnya fintech di Indonesia.
“Di balik musibah selalu ada hikmah yang diselipkan oleh Tuhan,” jelasnya.










