Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, lalu dia berpaling darinya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sungguh, Kami telah menjadikan hati mereka tertutup, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Kendatipun engkau (Muhammad) menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk untuk selama-lamanya.
Ayat sebelumnya mengisahkan betapa manusia itu merasa benar sendiri dan pandai beralasan. Meskipun sadar atas kekurangannya, atas kesalahannya, tapi karena gengsinya tinggi, dia lebih memilih berlagak dan sok-sok-an ketimbang mengakui kekurangannya. Tapi alasan itu tidak berguna apa-apa ketika di hadapan Tuhan nanti.
BACA JUGA: Tafsir Al-Kahfi 54-55: Manusia Banyak Alasan
Lalu ayat ini memaparkan peran para rasul yang diutus oleh Tuhan memberi pencerahan kepada umat. Memberi kabar baik bagi mereka yang patuh dengan imbalan surga dan kabar buruk bagi pendurhaka dengan penjara neraka. Lalu, apakah mereka percaya begitu saja?










