M Mas’ud Adnan, Komisaris Utama HARIAN BANGSA memberikan potongan pucuk tumpeng HUT ke-21 HARIAN BANGSA kepada anak yatim dari Panti Asuhan Al-Jihad Jemursari Surabaya di Kantor HARIAN BANGSA Jalan Gayungsari Surabaya, Senin (1/3/2021). Foto: Nur Syaifuddin/ BANGSAONLINE.COM
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Salawat Nabi menggema di kantor HARIAN BANGSA. Salawat itu dilantunkan para anak yatim dari Panti Asuhan Al-Jihad Jemursari Surabaya. Mereka ikut menyemarakkan sekaligus mendoakan HARIAN BANGSA yang hari ini, Senin 1 Maret, menggelar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 di kantor HARIAN BANGSA Jalan Gayungsari Surabaya.
HUT kali ini digelar secara sederhana dengan tema "Melawan Hoaks, Menuju Pers Berperadaban".
BACA JUGA:
- HUT ke-26 HARIAN BANGSA, Gelar Khotmil Quran dan Doa Bersama Anak Yatim
- Wartawan BANGSAONLINE dan HARIAN BANGSA Raih Penghargaan Jurnalis Inspiratif CIMB Niaga 2025
- Raker Bersama HARIAN BANGSA di Yogyakarta, inilah Sejarah BANGSAONLINE
- Raker HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com di Yogyakarta, Songsong 2026 dengan Optimisme
“Pada tanggal 1 Maret dua puluh satu tahun yang lalu saya mendirikan Koran HARIAN BANGSA,” kata M Mas’ud Adnan, Komisaris Utama HARIAN BANGSA saat bersama para anak yatim, Senin (1/3/2021).
“Alhamdulillah, HARIAN BANGSA selain tersebar di 38 kota dan kabupaten se-Jawa Timur juga sebagian di Jawa Tengah. HARIAN BANGSA bukan hanya menyebarkan informasi, tapi juga memberi pencerahan kepada masyarakat, karena HARIAN BANGSA juga menyajikan rubrik agama,” sambungnya.

Di antaranya, kata Mas’ud Adnan, Tafsir Al-Quran Aktual yang diasuh Kiai Hafidz (Hafal al-Quran) dari Pesantren Tebuireng, yaitu Dr. KH. Mustain Syafii dan rubrik Tanya Jawa Islam yang diasuh oleh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wococolo Surabaya dan dosen UINSA Surabaya.
Alumnus Pesantren Tebuireng itu minta kepada para anak yatim mendoakan HARIAN BANGSA. “Adik-adik mohon doanya ya. Semoga HARIAN BANGSA terus eksis dan berkembang dan terus memberikan informasi dan mencerahkan masyarakat, terutama soal agama Islam yang kita yakini,” harap Mas’ud Adnan yang juga alumnus Pascasarjana Unair.

Dalam acara itu Mas’ud Adnan minta maaf, karena HUT HARIAN BANGSA kali ini digelar sederhana dan tidak mengundang seperti biasanya. “Mohon maaf karena kondisi sekarang lagi pandemi dan sesuai aturan pemerintah kami tidak mengundang seperti biasanya,” kata Mas’ud Adnan.






