Selasa, 27 Juli 2021 21:47

​Harga Padi Turun, Diskoperindag Tuban: Masyarakat Bisa Manfaatkan Resi Gudang

Rabu, 03 Maret 2021 19:12 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Gunawan Wihandono
​Harga Padi Turun, Diskoperindag Tuban: Masyarakat Bisa Manfaatkan Resi Gudang
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban Agus Wijaya. (foto: ist)

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Nasib kurang mujur dialami petani yang ada di Kabupaten Tuban. Pasalnya, harga padi saat panen raya tahun ini merosot dan berada jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan untuk Gabah Kering Panen (GKP), Rabu (3/3/2021).

Salah satu petani di Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Widodo menuturkan, harga jual padi kering panen turun. Kalau tahun lalu sekitar Rp4.500 per kilogram, kini hanya Rp3.500 per kilogram. Harga tersebut jauh di bawah HPP yang telah ditetapkan sebesar Rp4.200.

"Harganya sekarang turun jauh dari tahun lalu. Ini bisa disebabkan karena tanaman banyak yang terserang hama dan banjir," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tuban Agus Wijaya menjelaskan, pihaknya telah melakukan penyelidikan di lapangan terkait besaran harga padi. Hasilnya, disimpulkan harga padi hasil panen di sawah sebesar Rp4 ribu per kilogramnya.

BACA JUGA : 

Polres Tuban Dalami Temuan Mensos Risma Terkait Dugaan Penyelewengan BPNT

Kuatkan Perekonomian Masyarakat, PT SBI Tuban Salurkan Stimulan bagi Perempuan Sekitar Pabrik

Dihantam Pikap, Seorang Nenek di Tuban Tewas Seketika

Terkait Temuan Mensos Risma Soal BPNT yang Hanya Cair 2 Bulan, Begini Tanggapan Kadinsos P3A Tuban

"Kita sudah menurunkan tim ke lapangan, dan disepakati harga GKP sebesar Rp4 ribu," ujar Agus Wijaya saat ditemui BANGSAONLINE.com.

Pihaknya mengaku terus mendalami faktor penyebab turunnya harga gabah di tingkat petani. Ia juga berharap, masyarakat memanfaatkan resi gudang yang ada untuk menunda menjual hasil panen di saat harga turun.

"Harapan kami, masyarakat bisa memanfaatkan resi gudang yang berada di Pakah agar petani bisa menunda untuk menjual hasil panen," imbuhnya.

Berdasarkan informasi di lapangan, harga gabah hasil browser kecil yang masih banyak kotoran sebesar Rp3.200, sedangkan browser besar normal dihargai Rp3.500, dan panen dengan combie seharga Rp4.000 per kilogram. (gun/zar)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...