Menurut Didin, juga ada cerita mistis terkait gua ini dan memang ada kesan angker bila berada di dalamnya. Cerita masyarakat yang berkembang kala itu, lanjut Didin, membuat Gua Jegles tak terawat. Selama 20 tahun lebih dipenuhi semak belukar. "Cerita mistis hingga kisah pernah diisukan sebagai gua pembantaian PKI membuat kawasan ini terkesan angker," ujarnya.
"Selain itu, Gua Jegles ini juga digunakan sebagai akses jalur masuk ke wahana wisata air river tubing," imbuh pemuda ceking yang juga pemerhati budaya tersebut.
Masih menurut Didin, sudah menjadi tekad pemuda dan Pemerintah Desa Keling untuk menjadikan Desa Keling sebagai desa wisata dan itu sudah dimulai pada 2018, yakni pada periode awal Gus Rofi'i Lukman mulai menjabat sebagai Kades Keling.
"Awal tahun 2019 gua ini mulai dibersihkan dari banyaknya sampah, pecahan kaca, semak belukar yang menutup gua. Upaya ini sebagai salah satu langkah pembukaan wisata river tubing," terang Didin.










