Kondisi lalu lintas di perempatan Penamabangan saat pagi hari.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Keberadaan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tuban mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar, khususnya mereka yang berada di wilayah Tuban bagian selatan.
Namun demikian, banyaknya pengemudi roda dua maupun roda empat yang lalu lalang melintasi jalur sepanjang 19 kilometer tersebut menimbulkan penumpukan kendaraan di beberapa titik. Khususnya di area persimpangan jalan.
BACA JUGA:
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- MA Islamiyah Senori Tuban Wisuda 167 Siswa Prodistik Hasil Kerja Sama dengan ITS
- Polres Tuban Tangani Dugaan Pencurian Patung Dewa di Kelenteng Kwan Sing Bio
- Gembok Dirusak dan Bangunan Diduduki Eks Pemilik, Pemenang Lelang Showroom Almas Tuban Lapor Polisi
Salah satunya terjadi di perempatan Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Di tempat itu volume kendaraan yang melintas cukup padat dari keempat arahnya.
"Sering terjadi penumpukan kendaraan mas di sini. Khususnya saat jam sibuk di pagi dan sore hari," ujar salah satu pengendara Khusnun Niam saat ditemui BANGSAONLINE.com, Selasa (6/4/2021).
Pengendara asal Kecamatan Rengel ini menyarankan agar dipasang keberadaan lampu lalu lintas atau traffic light guna mengatur kendaraan yang melintas dari keempat arah. Karena selama ini, pengendara harus saling serobot ketika akan melewati perempatan itu.
"Harus sangat berhati-hati mas kalau lewat sini, banyak kendaraan lain yang melintas, jadi harus lebih bersabar. Kalau lampu sudah berfungsi jadi lebih nyaman, karena kendaraan yang mau lewat sudah diatur," imbuhnya.
Dari pantauan BANGSAONLINE.com, beberapa petugas kepolisian sebenarnya sudah bersiaga di wilayah itu guna mengatur arus lalu lintas. Namun, petugas hanya ada saat jam masuk kantor di pagi hari.






