Minggu, 09 Mei 2021 09:20

Nyetir Sendiri, Seorang Gadis Tewas Usai Mobilnya Tertabrak Kereta Api di Prambon

Senin, 19 April 2021 14:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy Erlambang
Nyetir Sendiri, Seorang Gadis Tewas Usai Mobilnya Tertabrak Kereta Api di Prambon
Kondisi mobil Nissan Juke usai disambar kereta api di pelintasan KA Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon, Senin (19/4/2021).

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Nahas menimpa Rafina Oktafia (21). Ia meninggal di perlintasan kereta api setelah mobil yang dikemudikannya disambar KA Jenggala, Senin (19/4/2021) pagi.

Rafina merupakan remaja warga Dusun Glonggong, Desa Kedungkembar, Kecamatan Prambon Sidoarjo.

Kanit Laka Satlantas Polresta Sidoarjo AKP Sugeng Sulistyono menerangkan, peristiwa tersebut terjadi Senin (19/4) pagi pukul 9.35 WIB. Awalnya, Nissan Juke warna hitam dengan nopol W 1920 Z yang dikendarai korban melaju dari arah barat ke timur. Saat di Dusun Glonggong, Desa Kedungkembar, Prambon, korban berbelok arah ke kiri menuju rumahnya.

BACA JUGA : 

​Dikira Petasan, Penembakan Misterius di Waru Sidoarjo Lubangi Tembok hingga Tembus Motor

Tabrak Truk, Pengendara Sepeda Motor Meninggal di Sidorejo Krian Sidoarjo

1 Ekor Musang yang Sering Berkeliaran di Perum Pondok Candra Sidoarjo Tertangkap, 3 Masih Buron

Truk Tronton Terguling di Bypass Krian, Muatan Batu Bara Tumpah ke Jalan

Nah, saat berada di atas perlintasan kereta api tanpa palang pintu tersebut, tiba-tiba melaju Kereta Api Jenggala dari Mojokerto jurusan Sidoarjo dengan nomor loko 624 yang dimasinisi Darto.

“Saat itulah mobil korban tertabrak kereta api dari sisi kiri dan terseret hingga 64 meter. Karena kerasnya benturan, mobil tersebut rusak parah di sisi kiri,” ujar Sugeng.

Sugeng melanjutkan, setelah terseret 64 meter, mobil korban jatuh ke lahan persawahan di sisi utara rel. Warga yang datang kemudian mencoba menolong korban. “Karena terluka cukup parah di bagian kepala, korban meninggal di lokasi kejadian,” imbuh Sugeng.

Petugas yang datang kemudian mengevakuasi tubuh korban untuk divisum di rumah sakit terdekat. Dari kepala korban, terlihat darah mengucur deras. Setelah itu, petugas melakukan olah TKP.

Saat melintasi rel kereta api, apalagi yang tidak berpalang pintu, Sugeng berpesan agar semua pengendara waspada. “Pastikan kondisi dalam keadaan aman. Baru melintas,” pungkas Sugeng. (cat/rev)


VIDEO TERKAIT

Bernuansa Menara Kudus, Mushola An-Nabaat Diresmikan Wabup Nganjuk
Minggu, 09 Mei 2021 00:50 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Cita Indonesia Group, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, pertanian, dan peternakan, meresmikan Mushola An-Nabaat yang berlokasi di Desa Batembat Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk. Peresmian mushola ini dil...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 08 Mei 2021 09:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Genre baru persuratkabaran dimulai dari Singapura. Koran terkemuka di negeri singa itu mengubah diri menjadi not for profit. Perubahan drastis ini dilakukan setelah mengalami kemerosotan yang terus terjadi.Tapi apa beda...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...