"Kurang lebih ada 16 KK (Kepala Keluarga) atau sekitar 1,53 hektare. Tidak besar, hanya 0,4 persen dari keseluruhan total yang dibutuhkan bandara. Tidak begitu signifikan," terang Mas Bup Dhito.
Ia berjanji akan mencari tahu penyebab lahan tersebut belum bisa dibebaskan. Bahkan, dirinya telah memiliki pola pendekatan khusus terhadap mereka yang belum bersedia melepaskan lahannya untuk kepentingan umum itu.
"Kalau dari kendalanya, saya akan cari tahu detailnya apa. Karena sudah berkali-kali kami jelaskan bahwa pembangunan bandara ini demi kepentingan masyarakat banyak. Maka tidak hanya masyarakat Kabupaten Kediri saja, tetapi masyarakat sekitar Kediri juga merasakan manfaatnya," jelasnya.
"Nanti tugas saya sebagai bupati, saya akan nylondohilah (mengambil hati) warga yang ada di tempat tersebut. Mungkin nanti Jumat Ngopi pindah ke tempat warga itu," ucap Mas Bup Dhito.










