BERBAGI: PWI Sidoarjo membagikan sembako ke sopir angkot, di Jalan Jenggolo, Sidoarjo, Jumat (30/4/2021). foto: MUSTAIN/ BANGSAONLINE
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sidoarjo ikut peduli terhadap nasib sopir angkutan kota (angkot) di masa pandemi Covid-19.
Bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim dan Rumah Aspirasi Indah Kurnia, PWI Sidoarjo membagikan puluhan paket sembako ke sopir angkot di Jalan Jenggolo Sidoarjo, Jumat (30/4/2021).
BACA JUGA:
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
- Bersama PWI Jaya dan PMI, Bank Jakarta Gelar Donor Darah di Peringatan HUT ke-65
- Gerakan Literasi PWI Jombang Goes To School Resmi Dimulai
- Kodim 0805 Ngawi Juara PWI Cup 2026, Turnamen Voli Bakal Jadi Agenda Tahunan
Aksi sosial dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) itu disambut antusias para sopir angkot jurusan Surabaya-Sidoarjo-Porong. Satu per satu paket sembako dibagikan ke sopir angkot. Selain itu juga dibagikan masker untuk para penumpang angkot tersebut.
Ketua PWI Kabupaten Sidoarjo Abdul Rouf mengatakan, pihaknya ikut prihatin dengan kondisi sopir angkot di Sidoarjo. Di masa pandemi Covid-19, banyak sopir mengeluh karena sepi penumpang. “Karena itu teman-teman PWI Sidoarjo sepakat membagikan bingkisan ke sopir angkot tersebut,” jelasnya.
Kata Rouf, total ada 50 paket sembako yang dibagikan PWI Sidoarjo. Dan 20 paket sembako, di antaranya dibagikan ke sopir angkot. Dia berharap, baksos ini bisa sedikit membantu kebutuhan sopir angkot. “Semoga mereka yang terdampak Covid-19 bisa segera pulih lagi,” harap Rouf.
Salah satu sopir angkot, Muntaman, menyatakan berterima kasih atas bantuan sembako dari PWI Sidoarjo. "Bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," cetus sopir angkot asal Desa Sumput, Kecamatan Sidoarjo itu.
Muntaman mengaku, di masa pandemi Covid-19 pendapatannya menurun drastis. Saat sebelum pandemi, sehari dia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 200 ribu. Namun, jumlah itu merosot tajam saat pandemi ini. “Sekarang rata-rata hanya Rp 60 ribu per hari,” keluh Muntaman. (sta/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




