Senin, 14 Juni 2021 09:45

Menelusuri Dua Kampung Miniatur Etnis, Kampung Pecinan dan Kampung Bali di Dukuh Pakis

Senin, 10 Mei 2021 20:29 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Menelusuri Dua Kampung Miniatur Etnis, Kampung Pecinan dan Kampung Bali di Dukuh Pakis
Gapura Kampung Pecinan di RT 7 RW 3 Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tidak semua warga Surabaya tahu jika di kawasan Dukuh Pakis terdapat kampung miniatur etnis, yakni Kampung Pecinan dan Kampung Bali. 

Meski tidak banyak jumlah warganya, namun nuansa kampung ini sangat terasa. Apalagi dilengkapi dengan ornamen-ornamen khas budaya Pecinan maupun Bali.

Di Kampung Pecinan misalnya, terdapat pintu gerbang naga berwarna merah dengan tulisan bergaya cina dengan pernak-pernik lampion. Sedangkan Kampung Bali, juga memiliki gapura dengan ornamen payung dan selendang khas warna hitam putih yang dibalutkan di tiang masuk kampung.

"Kebanyakan orang Surabaya tahu kalau kampung pecinan itu di daerah Kembang Jepun di Jalan Kapasan. Tapi yang Kampung Bali tidak semua orang tahu sih, ya hanya beberapa saja yang tahu, itu pun pas kalau ada perhelatan pemilu ya, kayak adanya TPS, baru orang tahu," kata Tingshin atau biasa dipanggil Om Sin, salah satu warga Kampung Bali, Senin (10/5/2021) kepada bangsaonline.com.

BACA JUGA : 

Satgas Covid-19 Surabaya Masifkan Pengawasan di Jembatan Suramadu pada Dini Hari

Ajak Stakeholder, KPU Surabaya dan Bawaslu Gelar Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan

Masa Pandemi, ​Wali Kota Eri Imbau agar Wisuda Dilakukan Virtual

Paguyuban Warkop Surabaya Minta Buka 24 Jam, Satgas Covid-19: Belum Bisa Diperbolehkan

"Kampung Pecinan dan Kampung Bali ini masuk di RT 7 RW 3 Kelurahan Dukuh Pakis, Kecamatan Dukuh Pakis. Jumlah KK-nya pun tidak banyak, ya kisaran 10 dan 11-an saja" cetus Bintata nama yang tertulis di KTP Om Sin.

Dari informasi yang diperoleh bangsaonline.com, Kampung Pecinan bermula dari salah satu warganya yang pernah lama bekerja di salah satu kelenteng. Sedangkan Kampung Bali, karena salah satu warganya dari Jember, tapi lama hidup di Pulau Dewata. (nf/rev)

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim
Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. K.H. Imam Ghazali Said, M.A. mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...