Imbas Kasus KIPI di Jakarta, DPRD Jatim Minta Penggunaan Vaksin AstraZeneca Dihentikan Sementara

Politikus asal Mojokerto ini berharap dilakukan evaluasi ulang dari penggunaan vaksin tersebut. Hal itu sebagai upaya pencegahan dini kasus yang terjadi di Jakarta tidak terulang.

Dikatakan Suwandy, pada prinsipnya pihaknya mendukung upaya penuh pemerintah dengan melakukan vaksinasi untuk kekebalan tubuh masyarakat atas Covid-19. Namun, sebelum dilakukan vaksinasi, harus didahului penelitian untuk memastikan keamanan dan meminimalisir efek samping pascavaksinasi.

"Jangan sampai tanpa penelitian dan langsung disalurkan ke masyarakat. Kalau timbul korban jiwa akibat disuntik vaksin terus siapa yang bertanggung jawab," ujar anggota parlemen berlatar aktivis buruh ini setengah bertanya.

Sekadar diketahui, pemuda asal Jakarta, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia usai menerima Vaksin AstraZeneca Batch CTMAV547 dengan gejala sakit kepala berat. Selain Trio, ada satu pasien lagi yang profilnya tak terungkap juga meninggal dunia setelah disuntik AstraZeneca tersebut. Saat ini, kasus tersebut sedang dalam penelitian Komnas KIPI dan BPOM.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: