Yang jelas dr Lois orang yang pintar. Setidaknya lebih pintar dari saya. Dia juga terlihat sebagai orang yang haus belajar. Dari podcast terbarunyi, dia terkesan mengikuti banyak jurnal kedokteran internasional.
Dia juga terlihat merasa sering diremehkan –yang mungkin ikut mengganggu kejiawannyi. Misalnya karena dia belum punya keahlian sebagai dokter spesialis.
BACA JUGA:Tak Confidence karena Tak Bisa Bahasa Inggris, Dahlan Iskan Kirim Anak sejak Kecil ke Amerika
Dia memang memilih mendalami spesialisasi yang dianggap bukan bagian dari ilmu kedokteran: masalah hormon anti penuaan.
Dari podcast terbarunyi, dengan Prasalli, menunjukkan tidak ada sisa-sisa sebagai penderita kejiwaan. Begitu runtut bicaranyi. Begitu terkendali sikapnyi.










