Dalam diskusi tersebut, disepakati penyiapan Rumah Sakit (RS) Darurat Sementara. “Kita akan siapkan satu atau dua rumah sakit darurat sementara,” tuturnya, Senin (26/7).
Ditanya mengenai tempat rumah sakit darurat sementara, bupati yang karib disapa Mas Bup Dhito bersama menyatakan pihaknya masih akan berdiskusi dengan jajaran. Pilihannya antara gedung SKB atau bekas bangunan dinas pertabun.
“Masih kita diskusikan lagi, nantinya rumah sakit darurat ini diperuntukkan untuk penderita covid dengan gejala ringan. Karena di RS yang ada di Kabupaten Kediri sudah penuh,” terangnya.
Menurut Hanindhito, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk mendirikan rumah sakit darurat itu, mulai dari faskes, nakes, hingga kesiapan obat.










