Di Sabang, Kiai Asep: Caketum PBNU yang Deklarasi dan Minta Dipilih Jangan Dipilih

“Al-Quran juga bahasa Arab. Di sorga nanti juga berbahasa Arab,” kata pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet, Mojokerto, Jawa Timur itu.

Karena itu Kiai Asep menegaskan sikap menjelang Muktamar ke-34 NU di Lampung. Menurut dia, siapa pun calon Ketua Umum PBNU yang mendeklarasikan diri, hal itu bertentangan kultur NU.

“Apalagi pakai riswah (uang sogok), minta dipilih. Itu bertentangan dengan Islam. Calon seperti itu jangan dipilih,” tegas Kiai Asep yang populer sebagai kiai miliarder tapi dermawan.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Di Sabang, Kiai Asep: Caketum PBNU yang Deklarasi dan Minta Dipilih Jangan Dipilih - Halaman 2