"Masih ada beberapa perbaikan untuk bisa lolos kurasi dan masuk pada Export Center Surabaya. Kami ingin produk kopi Lumajang bisa diekspor dan memiliki pasar tersendiri, karena kekhasannya. Kami ingin kopi Lumajang menjadi seperti kopi Gayo atau Lintong yang memiliki pasar sendiri karena sudah dikenal luas, baik di pasar domestik maupun luar negeri," tuturnya.
Menurut Agus, Lumajang adalah salah satu daerah penghasil kopi di Jatim. Tanaman kopi di Kabupaten Lumajang memiliki luas sekitar 4.662 hektare dengan jumlah produksi 2.736 ton/tahun, dan 8 kecamatan yang ditanami perkebunan kopi meliputi Kecamatan Tempursari, Pronojiwo, Pasirian, Randuagung, Ranuyoso, Senduro, Pasrujambe, dan Gucialit.

"Dari total lahan tersebut, 50 hektare adalah lahan yang dikelola sekitar 30 petani hingga 50 petani, sisanya lahan milik PTPN XII. Nah, dari lahan petani ini kemudian diambil oleh UMKM untuk diolah dan dijual, ada yang dalam bentuk bubuk ada juga yang dalam bentuk biji yang telah melalui proses roasting," paparnya.










