Gelar Aksi, APL Minta KPK Usut Harta Kekayaan Pejabat Bea Cukai Pasuruan

Gelar Aksi, APL Minta KPK Usut Harta Kekayaan Pejabat Bea Cukai Pasuruan Para aktivis gabungan dari berbagai LSM saat menggelar demo di depan Kantor Bea Cukai Pasuruan.

Ayik menyebut dari jumlah DBHCHT yang diterima, 30% di antaranya digunakan untuk sosialisasi gempur rokok ilegal. Namun, Ayik menyebut sosialisasi yang dilakukan pemda melalui satpol PP hanya sebatas euforia.

"Kenyataan di lapangan masih banyak rokok tanpa cukai ditemui di kios-kios rokok. Ada dugaan pula cukai tidak sesuai peruntukannya, dan ini dilakukan pembiaran oleh petugas BC ," ungkapnya.

Saat orasi, Ayik juga menyindir Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Kabupaten dan Kota Hatta Wardhana yang terkesan cuek dengan aspirasi masyarakat.

"Kami lebih mudah menjumpai kapolres, dandim, dan pejabat tinggi lainnya daripada menemui kepala kantor (bea cukai) yang kesannya arogan dan sombong," ucap Ayik.

"Kami sebelum mengadakan aksi ini sudah konfirmasi. Moro ujuk-ujuk datang, tapi oleh kakan tidak dihargai kedatangan kami," tegas Ayik.

"Nanti kami lapor kakanwil (Jatim) bahwa Kakanwil Bea Cukai Kabupaten/Kota bobrok," pungkasnya.

Sekadar informasi, APL merupakan gabungan aktivis dari 5 LSM. Masing-masing adalah GMFKPPI yang diketuai oleh Ayik Suhaya, M-Bara dipimpin Saiful, Pantura dipimpin Lukman Hakim, Jimat dipimpin Muclis, dan LSM lainnya. (afa/par)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Penuhi Air Bersih Warga, Pemdes Krandegan Sukseskan Program SPAM dari PUPR':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO