Senin, 02 Agustus 2021 22:46

Khilafah Proyek Politik Inggris? Ini Alasan Hizbut Tahrir Bolehkan Cium Cewek Bukan Muhrim

Minggu, 13 Juni 2021 14:58 WIB
Editor: mma

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Prof. Dr. K.H. Imam Ghazali Said, M.A. mengungkapkan bahwa upaya menghidupkan sistem pemerintahan khilafah adalah fatamorgana. Tapi Hizbut Tahrir ngotot mau mendirikan khilafah. “Khilafah yang sudah ambruk mau dikembalikan,” kata Kiai Imam Ghazali Said dalam program Gergeran Bersama Kiai di TV BANGSA atau bangsaonline TV yang dipandu M Mas’ud Adnan.

Menurut Kiai Imam Ghazali Said, Hizbut Tahrir didirikan oleh Syaikh Taqiuddin An-Nabhani pada 1952 atau 1953. Taqiuddin kecewa karena negara-negara Arab menganut system nasionalisme dan terpecah menjadi negara-negara kecil sehingga negara Barat kemudian mendirikan negara Israel.

“Negara Israel itu kan beridiri tahun 1948,” kata Kiai Imam Ghazali yang pernah kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir dan Universias Khortum di Sudan.

Jadi, tegas Kiai Imam Ghazali, Taqiuddin menilai bahwa gara-gara nasionalisme inilah negara Arab bercerai berai sehingga negara Barat kemudian bisa mendirikan negara Israel.

Karena itu Taqiuddin lalu mendirikan Partai Hizbut Tahrir. “Hizbut Tahrir adalah ekspresi kekecewaan,“ tegas guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya itu.

Tapi anehnya, kata Kiai Imam Ghazali, partai Hizbut Tahrir itu tak mau menerima sistem kepartaian. “Jadi partai yang tak mau menerima sistem kepartaian. Partai itu kan hanya ada pada sistem demokrasi,” tegasnya. Tapi Hizbut Tahrir menolak keras demokrasi.

“Ini anehnya,” kata Kiai Imam Ghazali sambil tertawa.

Meski demikian, kata Kiai Imam Ghazali, Taiquddin sadar bahwa untuk mendirikan khilafah itu perlu dukungan global. Karena itu berbagai stategi dilakukan, termasuk menghalalkan segala cara. Misalnya memperbolehkan seorang laki-laki mencium cewek bukan muhrimnya.

Yang mengejutkan, ternyata Hizbut Tahrir juga tak lepas dari permainan politik global.

Loh? “Embahnya Hizbut Tahrir itu kan Inggris,” kata Kiai Imam Ghazali. Lagi-lagi kiai asal Sampang Madura ini tertawa. Bahkan, menurut Imam Ghazali Said, sampai sekarang kantor Hizbut Tahrir ada di London Inggris. Jadi bisa dipastikan bahwa Hizbut Tahrir dapat fasilitas dari Inggris.

Menurut dia, semua ini tak lepas dari upaya global untuk mempermainkan umat Islam agar tak pernah selesai secara internal.

Benarkah? Berarti Hizbut Tahrir hanyalah pion yang dipermainkan Inggris dan negara sekuler lainnnya? Silakan tonton dialog M Mas’ud Adnan dengan Kiai Imam Ghazali Said di bangsaonline TV yang disajikan di bawah ini. 

VIDEO TERKAIT

Video Terkait
Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Senin, 02 Agustus 2021 11:32 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...