Tafsir Al-Hijr 42: Pakai Logika, Cara Iblis Menjerumuskan Kalangan Intelektual

Itulah, maka di kalangan perguruan tinggi agama sering kali muncul pemikirian-pemikiran menyimpang, seperti tidak perlu shalat, sebab yang dipentingkan itu tujuannya, yakni mengingat Allah. Yang penting ati iling, hati ingat kepada Allah sebagai Rabb, maka cukuplah. Lalu berdalil bla bla bla.

Termasuk menghapus hukuman berat, seperti hukuman mati, rajam, potong tangan, cambuk dan sebagianya. Mereka berkata, hukuman mati tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia, tidak sejalan dengan budaya kita, kejam, sadis, tidak menyelesaikan masalah, tidak ada bukti penurunan kejahatan dan lain-lain.

Mereka tidak mau berpikir balik, "apalagi tidak ada hukuman mati, tidak ada rajam, tidak ada hukuman potong tangan?". Kenapa tidak dicoba saja, potong saja tangan pencuri dan koruptor yang sudah memenuhi syarat. Berlakukan sedikitnya 10 tahun ke depan, lalu nanti kita lihat hasilnya dibanding dengan yang sekedar dipenjara. Wong belum dicoba, kok sudah berkoar-koar.

Penjahat narkoba yang dihukum mati masih jauh dari keadilan dan sama sekali tidak sebanding dengan jumlah korban akibat ulah mereka. Bisa dibayangkan, di negeri ini ada sekitar 40 orang mati setiap hari akibat narkoba, yang berarti 1,200 orang mati perbulan dan 14.400 orang pertahun, belum dihitung biaya rehabilitasi dan pengobatan. Sementara keuntungan hanya dinikmati oleh beberapa gelintir orang jahat, malah banyak warga negara asing.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Tafsir Al-Hijr 42: Pakai Logika, Cara Iblis Menjerumuskan Kalangan Intelektual - Halaman 2