Taksi Blue Bird masih dalam kondisi menyala mesin saat korban tewas. (Rusmiyanto/BANGSAONLINE)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sopir taksi Blue Bird L 1518 UP, M Rusdi (50) ditemukan tewas dibunuh di depan rumah jalan Raya Kalisosok nomor 2, Senin (20/4) pukul 22.00 wib. Belum diketahui pasti apa motif pembunuhan karena barang-barang berharga yang dibawa korban tidak hilang.
Tewasnya warga Bangkalan ini tidak jauh dari taksi yang dikendarainya dengan nomer lambung Q 318. Sekujur tubuh korban bermandikan darah. Korban kali pertama ditemukan oleh warga setempat Supri yang melapor pada ketua RT Mundir dan diteruskan pada pihak kepolisian.
BACA JUGA:
- Kronologi Tewasnya Wanita di Jombang yang Mayatnya Ditemukan Membusuk, Pelaku Kabur ke Lampung
- Pembunuhan di Depan Masjid Agung, Wabup Pamekasan Minta Gencarkan Patroli dan Pasang CCTV
- Polres Pamekasan Selidiki Kasus Tewasnya Pria dan 2 Luka-Luka di Depan Masjid Agung
- Isi BBM Eceran, Pria di Probolinggo Dibacok Hingga Tewas
"Benar adanya laporan pembunuhan sekitar pukul 22.00 Wib, dan kini tengah dilakukan indentifikasi korban serta melakukan olah tempat kejadian perkara oleh Tim Identifikasi Polrestabes Surabaya," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Takdir Mattanete Senin (20/4) malam.
Beberapa rekan kerja korban tidak percaya dengan kematian M Rusli. Zaenal menturkan, lelaki asal Kwanyar dalam kesehariannya dikenal pendiam. Zaenal menambahkan sejak lima hari terakhir korban belum pulang ke kampung halamanya, padahal kebiasaan yang dilakukan tiap dua hari sekali pulang.
"Orangnya tertutup, salatnya taat hingga kita tidak tau apa dia (Rusdi) mempunyai masalah, namun terakhir tidur di mess," kata Zaenal, Selasa (21).
Zaenal menambahkan, banyak rekan kantor yang mengetahui korban sedang mendapatkan oderan di Jalan Kutilang. Korban tidak mau pulang kampung, karena ada keluarganya yang sakit dan dan dirawat di RSU Dr. Soetomo.
"Pelacakan GPS yang berada di mobilnya, terdeteksi kantor mengambil penumpang di Jalan Kutilang, kemudian berlanjut keluar dari diskotek Kowloon sekitar pukul 21.00 wib," terang dia.
Takdir Mattanete menegaskan, pihaknya akan terus melakukan penyelidikan kasus pembunuhan seorang supir taksi ini dengan kembali melakukan penyisiran pada TKP guna mencari bukti dan petunjuk.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




