Sebanyak 400 lebih personel Polrestabes Surabaya amankan sidang perdana MSAT.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polrestabes Surabaya siagakan personel sebanyak 400 lebih guna pengamanan sidang MSAT dalam kasus dugaan pencabulan terhadap santri Pondok Pesantren Majma'al Bahrain Shiddiqiyah, Jombang akan disidangkan, Senin (18/7/2022) pagi.
Sidang pertama terhadap terdakwa MSAT itu mengadendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang tersebut dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Polrestabes Surabaya melaksanakan pengamanan agar sidang berjalan aman dan lancar.
BACA JUGA:
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat STNK Aspal, Lima Tersangka Ditangkap
- Polisi Sebut Laporan Penyekapan Anak di Mojo Surabaya Tak Sesuai Fakta
- Pemuda di Kos Semampir Ditangkap, Polrestabes Surabaya Sita 76 Paket Sabu Siap Edar
- DPRD dan Polrestabes Surabaya Perkuat Sinergi Atasi Parkir Liar hingga Kejahatan Digital
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengungkapkan, pihaknya menyiagakan anggotanya untuk melaksanakan pengamanan sidang tersebut. Sidang ini rencananya akan dilaksanakan secara tertutup. Kepolisian menyiagakan 405 personel baik dari Polrestabes Surabaya dan polsek jajaran, serta perbantuan dari Brimob Polda Jatim.
"Personel kami siagakan di sekitar lokasi Pengadilan Negeri Surabaya baik di dalam maupun di luar," tuturnya.
Personel yang berjaga diminta untuk tetap mengedepankan pola preemtif dan preventif selama melaksanakan pengamanan. Ia juga meminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat selama pelaksanaan kegiatan pengamanan ini.
"Jika memang ada massa aksi, kami meminta anggota terus memberi imbauan pada massa aksi agar melaksanakan aksi secara damai dan tertib," jelasnya.
Pihaknya melaksanakan pengamanan itu agar sidang yang dilaksanakan secara tertutup ini bisa berjalan lancar dan kondusif. Anggota akan ditempatkan di beberapa lokasi untuk mencegah adanya pengunjung yang memaksa masuk ruang sidang.
"Kami siagakan anggota di dalam pengadilan dan depan ruang sidang. Kami akan imbau pengunjung agar tidak memasuki ruang sidang," terangnya. (yan/ari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




