Anehnya, saat Bupati datang dari arah selatan menuju lapangan bola, sejumlah siswa rame-rame bersorakan mengucapkan kata "Lanjutkan". Bahkan, ratusan siswa itu terus mengejar rombongan Bupati yang pada saat itu mengendarai odong-odong (Motor Roda Tiga).
"Kalau tidak karena ada Bupati, disini tidak ada keramaian. Kami semua hadir kesini demi menyambut Bupati. Setelah acara ini kami langsung pulang," kata salah satu siswa sekolah menengah atas kecamatan Ambunten Riski yang pada saat itu masih menggunakan seragam Putih Abu-abu.
Salah satu guru sekolah dasar mengaku terpaksa meliburkan KBM. Sebab, dirinya mengaku telah diperintahkan oleh atasannya untuk menjejerkan anak didiknya di pinggir jalan.
"Karena himbauannya semua siswa disuruh melakukan penyambutan kedatangan Bupati, kegiatan KBM disekolahnya terpaksa ditiadakan," kata salah satu guru yang enggan disebutkan namanya.









