Abd. Rahman Riadi, Kepala DPMPTSP Kabupaten Sumenep.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Capaian positif dicatatkan oleh Kabupaten Sumenep dalam sektor penanaman modal. Realisasi investasi di wilayah ujung timur Pulau Madura ini berhasil menembus angka Rp2 triliun lebih sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan akumulasi dari dua kategori investasi, yakni investasi yang menyertakan sektor minyak dan gas bumi (migas) serta non-migas.
Untuk investasi di luar sektor migas, nilainya tercatat mendekati angka Rp2 triliun dengan dominasi pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Apabila realisasi investasi tanpa migas hanya mencapai Rp. 1 trilun 916 miliar 810 juta 857 ribu, bahkan untuk di tahun 2025 investasi masih didominasi oleh UMKM perdagangan makanan, minuman, eceran, dan kontruksi,” jelas Rahman, Minggu (11/1/2026).
Meski mencatatkan angka yang impresif, Rahman mengungkapkan bahwa perjalanan investasi di tahun 2025 bukannya tanpa hambatan. Ia mengakui adanya kendala teknis dalam proses perizinan akibat transisi regulasi di tingkat pusat.
Perubahan tersebut berkaitan dengan dasar hukum penyelenggaraan perizinan, di mana semula merujuk pada PP No. 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko, kini beralih menjadi PP No. 28 Tahun 2025.
“Bahkan kendala ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep saja melainkan di seluruh Indonesia,” ucap Rahman.
DPMPTSP Jombang terus berupaya melakukan penyesuaian terhadap peraturan baru tersebut guna memastikan layanan perizinan bagi para investor dan pelaku usaha di Sumenep tetap berjalan optimal di tahun-tahun mendatang.






