Salah satu rumah warga yang rusak akibat terjangan puting beliung
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Pendataan dampak bencana puting beliung di Kabupaten Sumenep rampung, dengan total 198 bangunan tercatat mengalami kerusakan ringan, sedang, hingga berat.
Pendataan dilakukan oleh tim Pemerintah Kabupaten Sumenep yang melibatkan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub), serta Dinas Sosial P3A.
Hasil pendataan tersebut telah dilaporkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan Nomor: 400.11.8/55/206/2026 sebagai bagian dari prosedur penanganan pascabencana.
Sekretaris BPBD Sumenep, Abd. Kadir, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mempercepat perbaikan bangunan terdampak.
“Bangunan atau rumah yang rusak akibat bencana akan segera diperbaiki oleh Pemkab. Sebagian sudah ditangani oleh Baznas,” ucapnya, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, rumah dengan kategori rusak berat menjadi prioritas penanganan Baznas Sumenep karena membutuhkan respons cepat.
“Untuk bangunan yang rusak ringan dan sedang nanti akan dikoordinasikan ke Dinas PUTR dan Disperkimhub,” imbuhnya.
BPBD memastikan proses perbaikan akan mulai dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan sesuai mekanisme yang berlaku.
“Dana dari Pemkab itu bisa masuk (dimanfaatkan, red.) 14 hari setelah bencana atau pascatanggap darurat bencana. Karena itu bagian dari masa transisi pemulihan pascabencana,” jelasnya. (van)








